SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Pengusaha Enggan Bangun Industri Hilir karena Energi Terbatas
Rabu, 6 Juni 2012 | 10:37

Tambang Batubara [google] Tambang Batubara [google]

[JAKARTA] Pengusaha Indonesia sebenarnya sudah siap dan berkeinginan membangun industri hilir di Indonesia. Tetapi yang selalu menjadi permasalahan adalah kekurangan energi baik energi primer seperti bahan bakar minyak (BBM), gas dan batubara, dan juga energi sekunder seperti listrik.  

Demikian dikatakan Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia, bidang Sepatu dan Tekstil, Ade Sudrajat, dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, secara terpisah kepada Rabu (6/6) pagi.  

Mereka mengatakan seperti itu sehubungan dengan pernyataan pengusaha Indonesia, Chairul Tanjung, bahwa sudah saatnya Indonesia membangun industri hilir.   Ade mengatakan, keberadaan BP Migas sampai saat ini membuat ketersediaan energi memadai tetapi justru menjadi masalah. “Di sana banyak mafia,” kata dia.  

Petronas, kata dia, awalnya belajar sama Pertamina soal energi. Kini Petronas berkembang pesat tetapi Pertamina justru terus mengklaim rugi. “Kenapa ya ? Yak karena di sana sarang mafia. Oleh karena itu pemerintah seharusnya tegas,” kata dia.  

Sudah energi sekunder (listrik) seperti itu, tegas Ade, energi primer seperti gas, batubara malah bukan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri malah banyak diekspor. “Saya bingung dengan pemerintah ini,” kata dia.  

Ade sepakat sudah saatnya Indonesia membangun industri hilir di semua bidang seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan tambang. Hal lain yang penting untuk mendukung pembangunan industri hilir, kata Ade, adalah pembangunan infrastruktur.

Sedangkan Natsir mengatakan, belum dibangunnya industri hilir di Indonesia karena tidak adanya niat baik pemerintah. Sebagai contoh, kata dia, belum lama ini sebanyak 150 perusahaan mengajukan permohonan ke Kementerian ESDM untuk membangun industri pengolahan hasil tambang (semester) Namun, yang terjadi malah pemerintah ragu dan curiga terhadap 150 perusahaan ini.  

“Ya, kalau begini, niat baik pengusaha jadi kendur,” kata dia.  

Ia mengatakan, rencananya 150 perusahaan yang dimaksud akan membangun industri hilir pertambangan di sejumlah daerah di Indonesia.   Ade Sudrajat, ketika ditanya mengenai banyaknya barang impor di Indonesia, mengatakan, orang Indonesia terutama pemerintahnya seperti orang kaya baru (OKB). Tidak ada beras impor. Tidak ada kentang impor, dan sebagainya.  

Seharusnya, kata dia, berdayakan semua yang ada di dalam negeri, seeprti beras tidak tak perlu impor. Biji besi juga demikian. “Kita kelola saja sendiri, kita tanam sendiri,” kata dia. [E-8]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN