Pekan Depan Pemerintah Umumkan Pembatasan BBM Bersubsidi
Selasa, 1 Mei 2012 | 15:41
Jero Wacik [google] [JAKARTA] Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pemerintah akan mengumumkan
program pembatasan pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi pada Selasa (8/5)
pekan depan.
"Usai sidang kabinet pada Selasa (8/5) depan, akan diumumkan,"
katanya usai rapat pembahasan pengendalian BBM bersubsidi yang dipimpin Menko
Perekonomian, Hatta Rajasa di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/5).
Hatta mengatakan, pengendalian premium ditujukan menjaga kuota BBM tetap 40
juta kiloliter.
"Kalau tidak dilakukan pengendalian, maka besar kemungkinan akan melampui
jauh kuota," katanya.
Ia memperkirakan, dengan faktor kelebihan kuota dan asumsi harga minyak mentah
Indonesia (ICP) mencapai 119 dolar AS per barel, maka subsidi BBM akan mencapai
Rp208 triliun.
Sementara, subsidi BBM dalam APBN Perubahan 2012 ditetapkan mencapai Rp138
trilun pada ICP 105 dolar AS per barel.
Hatta mengatakan, upaya pengendalian yang akan dilakukan antara lain semua
kendaraan pemerintah, BUMN dan BUMD tidak lagi menggunakan premium.
"Semua harus menggunakan pertamax, dengan jatah keuangan yang sama.
Artinya, harus ada penghematan, dari biasanya jalan 30 km, sekarang menjadi 15
km," katanya.
Upaya kedua adalah menekan kebocoran pendistribusian BBM bersubsidi melalui
peningkatan pengawasan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)
bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Pengawasan tersebut, lanjutnya, terutama ditujukan bagi kapal-kapal besar, pertambangan,
dan perkebunan yang wajib menggunakan BBM nonsubsidi.
"Sedang, menyangkut opsi-opsi lain (pembatasan BBM berdasarkan kapasitas
mesin), itu masih belum diputuskan," katanya.
Pemerintah merencanakan program pembatasan pemakaian premium bersubsidi dimulai
untuk mobil dinas di seluruh Indonesia pada Mei 2012.
Selanjutnya, mobil pribadi dengan kapasitas mesin 1.500 cc ke atas di wilayah
Jabodetabek dilarang memakai premium bersubsidi setelah 60 hari atau Agustus
2012 dan Jawa-Bali setelah 90 hari atau September 2012.
Namun, sebelum program pembatasan dimulai, pemerintah akan melakukan
sosialisasi terlebih dahulu selama tujuh hari. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
KEN Pelajari Cara Korsel Lolos dari Middle-Income Trap
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
Pesta Diskon E-Commerce Indonesia
