Oknum Dirjen Pajak Kembali Tertangkap, Ditjen Pajak Harus Direformasi
Jumat, 8 Juni 2012 | 11:17
Kantor pusat pajak [google] [JAKARTA] Direktorat Jenderal (Ditjen)
Pajak dan semua aturan perpajakan sebaiknya direformasi dan direvisi total
untuk mematikan langkah para makelar dan mafia pajak.
"Dalam menghadapi kasus mafia pajak,
Ditjen Pajak harus mereformasi total, termasuk sejumlah aturan yang masih
memungkin oknum Ditjen Pajak bermain, harus direvisi" kata pengamat
Perpajakan dari Universitas Indonesia (UI), Darussalam, kepada SP, Jumat (8/6).
Darussalam mengatakan seperti itu
sehubungan dengan ditangkapnya, Tomy Hindratno, pejabat pajak di Kantor Pelayanan Pajak Sidoarjo
di Jakarta, Rabu (6/6).
Darussalam tidak menyebut aturan yang harus direvisi. “Banyak
aturan yang harus direvisi, pihak Ditjen Pajak tahu itu,” kata dia.
Ia menambahkan, ada tiga sistem yang
harus disertakan untuk reformasi dalam tubuh Ditjen Pajak, yaitu sistem
kebijakan, sistem hukum perpajakan, dan sistem administrasi perpajakan.
Menurut Darussalam, reformasi juga hendaknya dilakukan
kepada semua institusi yang erat dan terkait dengan sistem perpajakan seperti
pengadilan pajak untuk menghindarkan adanya penyelewengan. "Misal Asosiasi Konsultan Pajak juga perlu direformasi,
karena seharusnya mereka itu independen. Kita juga harus usut
institusi-institusi lain yang ada kaitannya dengan pajak," ujarnya.
Untuk itu, ia meminta DPR dapat membantu menuntaskan
masalah makelar dan mafia pajak agar kejadian ini tidak terjadi di masa
mendatang dengan memperjelas aturan dan rambu yang berlaku.DPR harus selektif
untuk memberikan delegasi wewenang terhadap sebuah mekanisme perpajakan.
“Tolong perjelas rambu-rambunya, siapa yang bayar pajak, apa yang dibayar dan
tarif yang dibebankan kepada wajib pajak," ujarnya.
Ia juga menambahkan tidak mungkin sistem perpajakan
berjalan, tanpa adanya persetujuan dari warga negara. "Pajak merupakan kesepakatan negara dan warga negara,
tidak akan mungkin ada pajak tanpa ada persetujuan dari warga negara itu sendiri,”
kata dia.
Sementara Direktur Pusat Humas, Ditjen Pajak, Dedi
Rudaedi, mengatakan, tertangkapnya oknum pegawai pajak Tomy Hindratno dan pengusaha
“JGB” oleh KPK merupakan hasil dari kerja sama
operasi antara Ditjen Pajak dengan KPK dalam upaya mengungkap dugaan
dan memberantas segala bentuk
penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum pegawai pajak serta
pemberian suap.
Kerja sama antara KPK dan Ditjen Pajak, ini tegasnya, bertujuan untuk lebih
mengefektifkan dan memaksimalkan fungsi pengawasan internal Ditjen Pajak.
Bentuk kerjasama tersebut
diantaranya berupa tindak lanjut laporan dari masyarakat yang disampaikan oleh Ditjen Pajak kepada
KPK yang memiliki kewenangan penindakan.
Dedi menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan telah semakin
berfungsinya sistem pengawasan internal Ditjen Pajak yang diharapkan dapat
memberikan efek jera yang lebih efektif. Ditjen Pajak secara berkesinambungan menjalankan
berbagai program dan upaya anti korupsi, seperti internalisasi
nilai-nilai Kementerian Keuangan, yaitu integritas, profesionalisme, sinergi,
pelayanan dan kesempurnaan, penerapan whistleblowing system serta
kerjasama dengan KPK, BPKP, penegak hukum lainnya dengan didukung oleh
Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.
Selain itu, Ditjen Pajak juga akan terus berkomitmen menjalankan tugas dan
fungsinya dengan semangat mewujudkan
good governance dan clean government.
“Sehingga, kedepannya, Ditjen Pajak akan menjadi institusi yang semakin baik
dan bersih,” kata dia.
Dedi mengatakan, pimpinan Ditjen Pajak menyampaikan
apresiasi yang tinggi atas bantuan dan kerjasama KPK dalam mengungkap kasus ini. Kedepan, kerjasama ini diharapkan akan lebih
efektif lagi.
Kepada
seluruh pegawai Ditjen Pajak, kata Dedi, agar tetap berkerja dengan tenang,
bersemangat tinggi, bersungguh-sungguh dan penuh amanah demi menjalankan tugas
mulia yaitu menghimpun penerimaan pajak. “Kepada masyarakat
dihimbau untuk terus mendukung proses reformasi yang telah, sedang dan akan
berlangsung di Ditjen Pajak,”
pinta Dedi. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Hari Ini, Presiden Tunjuk Chatib Basri jadi Menkeu
Pemerintah Serius Pikirkan TKI Kalau Ada Maunya Saja
Masuk Rekor Muri, Penjualan Avanza Tembus 1,1 Juta Unit
SBY Lakukan Fit & Proper Test ke Calon Menkeu
Jasa Marga Tetap Berminat Akuisisi Tol Tengah Surabaya
