SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 1 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Multipolar Technology Tawarkan 20 % Saham ke Publik
Selasa, 18 Juni 2013 | 12:14

Jajaran direksi Multipolar Technology saat melakukan Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6). [Istimewa] Jajaran direksi Multipolar Technology saat melakukan Due Diligence Meeting dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6). [Istimewa]

[JAKARTA]  PT MULTIPOLAR TECHNOLOGY Tbk (MLPT), System Integrator Teknologi Informasi (TI) terkemuka di Indonesia melakukan Due Diligence Meeting dan Public Expose sehubungan dengan rencana penawaran umum saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO).

MLPT akan melepas sebanyak 375.000.000 (tiga ratus tujuh puluh lima juta) lembar saham, atau sebesar 20% dari jumlah modal disetor setelah IPO. Dengan demikian setelah IPO, struktur pemegang saham MLPT menjadi 20% dimiliki oleh masyarakat dan 80% dimiliki oleh pemegang saham pendiri.

“Kami optimis penawaran umum saham perdana MLPT ini mendapat tanggapan positif dari calon investor dan masyarakat. Apalagi saat ini kebutuhan pelanggan akan produk teknologi makin meningkat, tentunya akan mendorong prospek bisnis Perseroan semakin baik di masa mendatang,” ujar Harijono Suwarno, Presiden Direktur MLPT di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam pelaksanaan IPO ini, MLPT menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai Penjamin Pelaksana Emisi, dengan proses Book Building yang dimulai 17 Juni 2013 sampai dengan 21 Juni 2013.

Sekitar 28% (dua puluh delapan persen), dana akan dialokasikan Perseroan untuk belanja modal dalam kurun waktu tahun 2013 - 2014 terkait pengembangan usaha Perseroan, antara lain pembelian gedung yang berlokasi di Lippo Village, Tangerang, inventaris kantor, dan aset lainnya seperti peralatan TI guna mendukung kegiatan usaha Perseroan.

Lalu sekitar Rp 46,5 miliar untuk membayar hutang kepada pemegang saham Perseroan yaitu MLPL, selambat-lambatnya pada kuartal III tahun 2013. Hutang tersebut  tidak dikenakan bunga dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2013.

Kemudian sisa dana nya untuk modal kerja seperti biaya operasional berupa pembelian persediaan, gaji karyawan, biaya administrasi, biaya perluasan ruang kerja, biaya pemeliharaan kantor, pembayaran jasa konsultan, pengadaan peralatan kerja dan biaya lainnya.

“Prospek usaha di bidang TI saat ini sangat positif terutama didorong banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi, sehingga belanja TI akan meningkat. Sektor telekomunikasi yang berkembang pesat tentu butuh solusi TI untuk menambah kapasitas layanannya. Di sektor perbankan, dengan adanya kecenderungan beralih ke consumer banking tentu akan mendorong belanja TI untuk investasi baru,” jelas Harijono.

Untuk mendorong pertumbuhan usahanya, MLPT terus berinovasi meningkatkan jenis dan kualitas produk serta layanannya. Perseroan secara aktif terus mengembangkan solusi yang mampu memberikan nilai tambah bisnis dari solusi yang ada atau yang sudah digunakan oleh pelanggan. Di awal tahun ini MLPT telah menelurkan beberapa produk terbarunya untuk sektor perbankan seperti mobile banking, mobile analytics, dan mobile payment yang mendapat tanggapan sangat positif dari pelanggannya.

“Pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang TI, SDM yang berkualitas dan berpengalaman, serta upaya Perseroan untuk terus memberikan pelayanan yang unggul adalah faktor utama dari daya saing kami dalam mendorong pertumbuhan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” tambah Harijono. [U-5] 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!