Menteri PU Akui Jalan Pantura Rusak Lagi
Kamis, 10 Mei 2012 | 10:48
Menteri PU Djoko Kirmanto [google] [JAKARTA] Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengakui
adanya laporan, sejumlah titik di ruas jalan nasional di Pantai Utara Jawa
Barat dan Jawa Tengah mengalami kerusakan sehingga berpotensi mengganggu
kenyamanan pengguna lalu lintas.
"Kami sudah menerima laporan, ada sejumlah titik jalan
nasional di Pantura Jabar dan Jateng sudah rusak. Padahal, tiga-empat bulan
lagi lebaran," katanya seusai membuka Seminar "Membangun Struktur
Industri Konstruksi Nasional yang Kokoh dan Menunjang Pemerataan Kesempatan
Kerja Bagi Seluruh Pelaku Jasa Konstruksi" di Jakarta, Rabu (9/5).
Ia mengatakan, kerusakan tersebut karena adanya salah persepsi
terhadap ketentuan swakelola Ditjen Bina Marga, terhadap setiap ruas jalan,
termasuk di Pantura Jabar dan Jateng. "Setiap ruas kan ada penanggung
jawabnya. Harusnya swakelola, maksudnya ketika ada jalan berlobang, maka si
penanggung jawab, harusnya segera memperbaiki, bukan dibiarkan, dikumpulkan dulu,
untuk kemudian ditender," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya sudah memerintahkan kepada jajaran Ditjen Bina Marga
agar menerapkan pola swakeloa seperti dalam petunjuk teknis selama ini yakni,
lubang di jalan nasional, tidak boleh lebih dari lima hari.
Kontraktor kecil Terkait dengan seminar tersebut, Djoko membenarkan bahwa daya
saing kontraktor kecil di Indonesia hingga saat ini makin lemah karena
praktiknya berjuang sendiri dan kalah dengan yang besar.
"Ke depan, kami dukung agar yang besar ini menggandeng yang
kecil dan yang kecil hendaknya menjadi 'specialist', bukan kontraktor umum.
Yang besar yang layak menjadi kontraktor umum," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mendukung agar asosiasi terkait seperti Lembaga
Pembina Jasa Konstruksi Nasional dan Gapensi mengusulkan regulasi yang
memungkinkan kontraktor kecil wajib digandeng oleh kontraktor besar.
"Indonesia jangan hanya jadi pasar, tetapi sebaiknya pelaku jasa
konstruksi jadi tuan rumah di negeri sendiri. Bila perlu jangan terlalu banyak,
sedikit tapi berkualitas," katanya.
Data Gapensi menyebut, hingga saat ini, total kontraktor di Indonesia mencapai
160 ribu perusahaan, dengan komposisi sebagian besar menengah-kecil dan hanya
sedikit berkategori besar.
Data Kementerian Pekerjaan Umum menyebutkan, industri skala kecil sekitar 90
persen dari pelaku jasa konstruksi nasional, hanya menguasai 30 pasar
konstruksi nasional. Sedangkan pelaku jasa konstruksi besar menguasai 70 persen
proyek besar di Indonesia, meski jumlahnya hanya 10 persen dari jumlah badan
usaha jasa konstruksi yang ada saat ini. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Multipolar Technology Tawarkan 20 % Saham ke Publik
Kadin Minta Bank Tidak Gegabah Naikkan Bunga Kredit UKM
Muhaimin: BBM Naik, Tak Boleh Ada PHK Massal
Peserta Indonesia Belum Terdaftar di AOTE
Danamon Klaim Sinergi DBS Dukung Perbankan Nasional
IHSG Perlihatkan Tren ‘Bullish’
Pekerja Rumah Tangga Juga Bisa Ikut Program Jamsostek
Danamon Bidik Pangsa Pasar UKM
Mentan: Jelang Ramadhan, Harga Daging Normal
Panasonic Raih Peringkat ke-4 Brand Internasional Ramah Lingkungan
