SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip

Menperin Minta Semua Kantor Pemerintah Pakai Furniture Rotan
Selasa, 17 April 2012 | 10:11

MS Hidayat. [Dok.SP] MS Hidayat. [Dok.SP]

[JAKARTA]   Menteri Perindustrian, MS Hidayat, segera mengirim surat untuk semua instansi pemerintah baik untuk pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar semua kantor pemerintah  meningkatkan pemanfaatan produk rotan seperti furnitur dan sejenisnya. Ha ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan kebijakan pelarangan ekspor bahan baku rotan, khususnya untuk mengantisipasi “issue” penumpukan rotan akibat sebagian rotan yang sebelumnya diekspor.  

Demikian dikatakan MS Hidayat di Jakarta, baru-baru ini.  “Selanjutnya surat tersebut sudah ditindaklanjuti dengan surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur dan Bupati/Walikota,” kata dia.  

Langkah lainnya, kata dia, adalah pihaknya akan memperkenalkan produk furnitur rotan untuk sekolah, sebagai contoh pemberian bantuan meja dan kursi untuk tiga kelas pada sekolah SDN 1, Babakan Madang Bogor yang diresmikan Mendikbud pada tanggal 1 April 2012.  

Pemerintah juga, kata dia, akan mengembangkan industri pengolahan rotan di daerah sumber bahan baku. Dalam tahap awal, dengan pengadaan meja dan kursi untuk sekolah melalui CSR perusahaan, sedang dipersiapkan pula pengiriman transmigran terampil dari daerah produsen barang jadi ke daerah penghasil bahan baku rotan.  

Hidayat mengajak peran serta dunia usaha/retail untuk mempromosikan furnitur rotan. Hal ini sudah dilakukan dengan pelaksanaan launching  Rattan Fair di Living World Mall Alam Sutera, Serpong pada tanggal 8 April 2012.  

Ia mengatakan, pada kenyataannya yang terjadi saat ini adalah permintaan bahan baku rotan meningkat, sementara pasokan tersendat. Untuk mengatasi hal tersebut, sudah dilakukan sosialisasi kebijakan rotan dibeberapa daerah penghasil bahan baku rotan dan daerah produsen barang jadi rotan.  

Selain itu, pemerintah sudah melakukan beberapa pertemuan antara industri pengguna rotan dengan penghasil bahan baku untuk memenuhi kebutuhan rotan. 

Pemerintah juga mendorong lembaga pembiayaan untuk pengadaan bahan baku rotan, antara lain melakukan pertemuan antara Bank Mandiri dengan para pengusaha barang jadi dan bahan baku di Cirebon pada bulan Februari 2011.

Pengusaha di sentra produksi rotan sedang  membentuk lembaga pengadaan bahan baku khususnya koperasi dalam rangka mengatasi kebutuhan  bahan baku rotan yang terus meningkat.   Pemerintah memfasilitasi pengusaha untuk melakukan transaksi langsung di sentra produksi rotan seperti Kalteng dan Sulteng.  

Hidayat mengatakan, ekspor produk rotan pada tiga bulan pertama tahun 2012 memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2011. Pada tahun 2011 ekspor produk jadi rotan (furnitur dan kerajinan) mencapai US$ 201,1 juta, sementara pada tiga bulan pertama 2012 sudah mencapai US$ 58,2 juta.  

Bahkan kalau dilihat dari ekspor produk rotan dari bulan ke bulan menunjukkan tren yang terus meningkat, dan diperkirakan ekspor produk rotan pada tahun 2012 akan mencapai US$ 275 juta atau meningkat sebesar 36,8%.  

“Ini tentu mengairahkan pengrajin dan petani rotan dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian,  MS Hidayat, di Jakarta, Senin (16/4).

Hidayat mengatakan, dalam pameran furnitur internasional seperti di Koln (Jerman), produsen furnitur negara lain seperti Tiongkok tidak berani lagi menampilkan produk furniture rotan, karena dikawatirkan apabila ada pesanan tidak bisa memenuhi karena tidak mendapat pasokan rotan dari Indonesia.  

“Beberapa kompetitor dari negara lain yang tidak bisa memenuhi permintaan furniture rotan, meminta produsen dari Indonesia untuk memenuhi pesanannya,” kata mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini.  

Ia menambahkan, sudah mulai kembali kontak dagang antara industri furniture rotan dengan pembeli dari luar negeri yang selama ini tidak melakukan pembelian.

Hidayat mengatakan, kelangkaan bahan bahan baku rotan di Indonesia diakibatkan, pertama, ekspor bahan baku rotan pada tahun 2010 yang mencapai 32 ribu ton mengalami kenaikan cukup signifikan pada tahun 2011 menjadi 39.000 ton. Akibat adanya ekspor rotan secara besar-besaran pada dua bulan November & Desember tahun 2011 sebelum pemberlakuan Permendag No 35/2011 yaitu 1 Januari 2012, dimana kontribusi volume ekspor rotan dalam bulan November dan Desember sebanyak 11.623 ton merupakan record yang terbesar sehingga stock bahan baku rotan didalam negeri terkuras habis.  

Kedua, terjadinya peningkatan permintaan bahan baku  rotan sebagai akibat meningkatnya permintaan ekspor barang jadi rotan dan mulai meningkatnya permintaan produk rotan di dalam negeri. Sebagai gambaran rata-rata ekspor produk jadi rotan pada tahun 2011 mencapai 16.765 ton sedangkan pada bulan Januari s/d Maret 2011 mengalami kenaikan, bahkan pada bulan Maret mencapai 23.604 ton.  

Ketiga, adanya masa transisi pada awal pemberlakuan ketentuan verifikasi untuk perdagangan rotan antar pulau, namun saat ini masalah tersebut tidak terjadi lagi. Keempat, kemungkinan masih terjadi penyelundupan ekspor rotan di daerah perbatasan serta tertangkapnya percobaan ekspor bahan baku rotan yang akan diselundupkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok.  

Hidayat mengatakan, pada dasarnya seluruh jenis rotan dapat dimanfaatkan untuk bahan baku di dalam negeri. Berdasarkan data, ada empat jenis rotan yang diekspor tetapi tidak diperdagangkan antar pulau yaitu : pahit, sabutan, minong dan mawi. Dari keempat jenis tersebut, tiga diantarnya adalah rotan besar yaitu pahit, minong dan mawi yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kerangka furnitur, sedangkan jenis Sabutan merupakan bahan baku anyaman yang mempunyai kualitas dan estetika yang sangat baik.  

Berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) ada beberapa jenis rotan yang tidak termanfaatkan di dalam negeri, sehingga petani enggan memungut rotan, karena penghasilannya berkurang. [E-8]      




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN