Mendag Terus Lakukan Pantauan Harga Kebutuhan Pokok
Kamis, 2 Agustus 2012 | 4:42
Gita Wirjawan [SP/Ruht Semiono] [JAKARTA]
Setelah sepekan lebih memasuki bulan puasa, pemerintah terus melakukan
pantauan harga dan pasokan bahan kebutuhan. Di pasar Mayestik yang
dikunjungi Menteri
Perdagangan, Gita Wirjawan, Rabu (1/8) pagi,
dilaporkan, pasokan kebutuhan bahan pokok jumlahnya meningkat
dibandingkan tahun 2012. Pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat pada bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran.
Menteri
Perdagangan, Gita Wirjawan, dalam siaran persnya, Rabu (1/8),
mengatakan, beberapa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir,
minyak goreng, telur ayam,
cabe dan bawang merah, harganya tidak mengalami perubahan selama tiga
hari belakangan. "Pantauan harga di Pasar Mayestik cukup
stabil. Misalnya beras, harganya cukup terjangkau di kisaran Rp.
8.000-9.000/kg, tergantung jenisnya. Lalu, gula pasir
dan minyak goreng curah masing-masing seharga Rp. 13.000/kg dan
12.000/kg,”
jelas Gita.
Ia
mengatakan, pemerintah menyadari adanya beberapa bahan kebutuhan pokok
di tingkat nasional yang mengalami kenaikan. Namun demikian, kata dia,
pemerintah akan terus
mengupayakan agar kenaikan tersebut dapat diminimalisir dengan
melakukan pemantauan harga dan pasokan secara terus menerus agar seluruh
pemangku kepentingan dan pelaku usaha dapat turut berperan dalam
stabilisasi harga dan tersedianya pasokan yang cukup.
Kementerian
Perdagangan bersama dengan para pelaku usaha juga telah mempersiapkan
sejumlah Pasar Murah yang digelar selama bulan puasa di hampir seluruh
wilayah di
Indonesia.
Gita kembali menggarisbawahi dua hal penting terkait harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok.
Yang pertama, terkait dengan pola konsumsi yang berlebihan. “Sebaiknya
kita dapat menjaga pola konsumsi yang wajar dengan mengurangi konsumsi
gula atau beras secara berlebihan. Menjaga pola konsumsi ini juga
penting untuk
kesehatan kita semua,” katanya.
Hal penting
kedua, kata dia, adalah, adanya sistem
pertukaran informasi antara masyarakat yang terdiri dari pedagang dan
pembeli dan pemerintah mengenai ketersediaan bahan pokok di titik-titik
distribusi.
“Masyarakat diharapkan dapat secara aktif
memberitahukan kepada kami jika terjadi kelangkaan di titik-titik
tertentu agar kami dapat segera berkoordinasi dengan para pelaku usaha
untuk mengisi kekosongan tersebut,”
imbuhnya.
Pada
kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri
Kemendag, Gunaryo, menjelaskan, perkembangan harga rata-rata bahan
kebutuhan pokok di tingkat nasional.
Jika harga pada minggu ke-4 Juli 2012 dibandingkan pada
minggu sebelumnya, maka komoditas yang mengalami penurunan adalah gula
pasir (0,80%) menjadi Rp 12.919/kg, bawang merah (5,76%) menjadi Rp
14.307/kg, cabe merah biasa (5,54%) menjadi Rp.
25.407/kg, cabe merah keriting (4,61%) menjadi Rp 26.887/kg, telur ayam
kampung (0,75%) menjadi Rp. 37.385/kg, daging ayam ras (0,98%) menjadi
Rp 28.248/kg, daging sapi (0,47%) menjadi Rp 78.083/kg. Sedangkan yang
mengalami kenaikan adalah kedelai lokal (3,80%)
menjadi Rp. 9.373/kg, kedelai impor (3,94% menjadi Rp. 8.835/kg. Untuk
beras, minyak goreng kemasan, tepung terigu dan gula harganya cukup
stabil. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Multipolar Technology Tawarkan 20 % Saham ke Publik
Kadin Minta Bank Tidak Gegabah Naikkan Bunga Kredit UKM
Muhaimin: BBM Naik, Tak Boleh Ada PHK Massal
Peserta Indonesia Belum Terdaftar di AOTE
Danamon Klaim Sinergi DBS Dukung Perbankan Nasional
IHSG Perlihatkan Tren ‘Bullish’
Pekerja Rumah Tangga Juga Bisa Ikut Program Jamsostek
Danamon Bidik Pangsa Pasar UKM
Mentan: Jelang Ramadhan, Harga Daging Normal
Panasonic Raih Peringkat ke-4 Brand Internasional Ramah Lingkungan
