SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Mendag Terus Lakukan Pantauan Harga Kebutuhan Pokok
Kamis, 2 Agustus 2012 | 4:42

Gita Wirjawan  [SP/Ruht Semiono] Gita Wirjawan [SP/Ruht Semiono]

[JAKARTA] Setelah sepekan lebih memasuki bulan puasa, pemerintah terus melakukan pantauan harga dan pasokan bahan kebutuhan. Di pasar Mayestik yang dikunjungi Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, Rabu  (1/8) pagi, dilaporkan, pasokan kebutuhan bahan pokok jumlahnya meningkat dibandingkan tahun 2012. Pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran.  

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, dalam siaran persnya, Rabu (1/8), mengatakan, beberapa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, cabe dan bawang merah, harganya tidak mengalami perubahan selama tiga hari belakangan. "Pantauan harga di Pasar Mayestik cukup stabil. Misalnya beras, harganya cukup terjangkau di kisaran Rp. 8.000-9.000/kg, tergantung jenisnya. Lalu, gula pasir dan minyak goreng curah masing-masing seharga Rp. 13.000/kg dan 12.000/kg,” jelas Gita.  

Ia mengatakan, pemerintah menyadari adanya beberapa bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional yang mengalami kenaikan. Namun demikian, kata dia, pemerintah akan terus mengupayakan agar kenaikan tersebut dapat diminimalisir dengan melakukan pemantauan harga dan pasokan secara terus menerus agar seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha dapat turut berperan dalam stabilisasi harga dan tersedianya pasokan yang cukup.  

Kementerian Perdagangan bersama dengan para pelaku usaha juga telah mempersiapkan sejumlah Pasar Murah yang digelar selama bulan puasa di hampir seluruh wilayah di Indonesia.   Gita kembali menggarisbawahi dua hal penting terkait harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok. Yang pertama, terkait dengan pola konsumsi yang berlebihan. Sebaiknya kita dapat menjaga pola konsumsi yang wajar dengan mengurangi konsumsi gula atau beras secara berlebihan. Menjaga pola konsumsi ini juga penting untuk kesehatan kita semua,katanya.  

Hal penting kedua, kata dia, adalah, adanya sistem pertukaran informasi antara masyarakat yang terdiri dari pedagang dan pembeli dan pemerintah mengenai ketersediaan bahan pokok di titik-titik distribusi. Masyarakat diharapkan dapat secara aktif memberitahukan kepada kami jika terjadi kelangkaan di titik-titik tertentu agar kami dapat segera berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk mengisi kekosongan tersebut,” imbuhnya.  

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Gunaryo, menjelaskan, perkembangan harga rata-rata bahan kebutuhan pokok di tingkat nasional. Jika harga pada minggu ke-4 Juli 2012 dibandingkan pada minggu sebelumnya, maka komoditas yang mengalami penurunan adalah gula pasir (0,80%) menjadi Rp 12.919/kg, bawang merah (5,76%) menjadi Rp 14.307/kg, cabe merah biasa (5,54%) menjadi Rp. 25.407/kg, cabe merah keriting (4,61%) menjadi Rp 26.887/kg, telur ayam kampung (0,75%) menjadi Rp. 37.385/kg, daging ayam ras (0,98%) menjadi Rp 28.248/kg, daging sapi (0,47%) menjadi Rp 78.083/kg. Sedangkan yang mengalami kenaikan adalah kedelai lokal (3,80%) menjadi Rp. 9.373/kg, kedelai impor (3,94% menjadi Rp. 8.835/kg. Untuk beras, minyak goreng kemasan, tepung terigu dan gula harganya cukup stabil. [E-8]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN