Masalah Sosial Mempengaruhi Minat Investor
Rabu, 11 Juli 2012 | 15:29
Ilustrasi berinvestasi [google] [PONTIANAK]
Banyaknya masalah sosial yang terjadi di wilayah perkebunan maupun
pertambangan sangat berpengaruh terhadap keinginan inverstor untuk
menanamkan modalnya di satu daerah. Sekarang ini masalah sosial yang
sering terjadi di daerah sangat yang menganggu investasi khususnya dalam
bidang perkebunan sawit.
Hal itu dikatakan Mulyadi salah seorang pengusaha perkebunan sawit kepada SP Selasa (11/7).
Ia mengatakan, masalah
sosial yang terjadi di daerah kabupaten atau wilayah perkebunan seperti
tumpang tindi lahan perkebunan dengan milik masyarakat.
Biasanya ijin
yang dikeluarkan pemerintah berada di atas
lahan milik masyarakat.
Selain itu ganti rugi
lahan masyarakat yang sangat besar dan sangat memberatkan investor.
Selain itu juga di daerah tertentu masih berlaku hukum adat yang sangat
memberatkan.
Jika sudah terjadi
masalah, maka masyarakat selalu mengambil tindakan sendiri tanpa
menghiraukan hukum positip yang berlaku di Negara Indonesia.
Tuntutan
masyarakat juga terkadang melebihi kemampuan para investor.
Namun ada juga masalah
sosial itu terjadi akibat janji janji para investor yang tidak
terealisir di masyarakat sekitar kebun. Akibatnya masyarakat menuntut
janji yang sudah disampaikan kepada masyarakat.
Ia mengatakan, jika
masalah sosial ini tidak segera diselesaikan maka tidak menutup
kemungkinan banyak investor dalam bidang perkebunan sawit yang
“hengkang” dari Kalbar. Kemungkinan juga mereka akan menjual
perkebunannya kepada investor lain yang mampu mengatasi tuntutan
masyarakat.
Sebenarnya investasi
perkebunan sawit di Wilayah Kalbar masih sangat menjanjikan. Namun jika
melihat permasalahan sosial yang terjadi dilapangan maka hal ini menjadi
satu kendala sangat besar yang perlu segera
diselesaikan.
Selain masalah lahan,
masalah yang selalu dihadapi yaitu ketika perkebunan sawit sudah mulai
panen, masyarakat sering menuntut pembagian hasil penen dari perusahaan.
Hal ini mengakibatkan perusahaan tidak bisa
berbuat banyak.
Sebab jika permintaan
atau tuntutan warga tidak terpenuhi maka biasanya mereka akan menutup
jalan akses ke perkebunan. Jika hal itu terjadi maka perusahaan tidak
akan bisa melaksanakan panen.
Untuk mengantisipasi
masalah sosial yang terjadi dilapangan, pihaknya sangat mengharapkan
peran pemerintah dengan investor dan aparat keamanan. Sehingga para
investor merasa aman menanamkan modalnya di Kalbar.
Jika investor sudah
merasa tidak aman berinvestasi, maka pengusaha akan mengalihkan usahanya
ke bidang lain atau ke daerah lain yang dirasa cukup aman. [146]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
