SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip

Masalah Sosial Mempengaruhi Minat Investor
Rabu, 11 Juli 2012 | 15:29

Ilustrasi berinvestasi [google] Ilustrasi berinvestasi [google]

[PONTIANAK] Banyaknya  masalah sosial yang terjadi di wilayah perkebunan maupun pertambangan sangat berpengaruh terhadap keinginan inverstor untuk menanamkan modalnya di satu daerah. Sekarang ini masalah sosial yang sering terjadi di daerah sangat yang menganggu investasi khususnya dalam bidang perkebunan sawit.

Hal itu dikatakan Mulyadi salah seorang pengusaha perkebunan sawit kepada SP Selasa (11/7). Ia mengatakan, masalah sosial yang terjadi di daerah kabupaten atau wilayah perkebunan seperti tumpang tindi lahan perkebunan dengan milik masyarakat.

Biasanya ijin yang dikeluarkan pemerintah berada di atas lahan milik masyarakat. Selain itu ganti rugi lahan masyarakat yang sangat besar dan sangat memberatkan investor. Selain itu juga di daerah tertentu masih berlaku hukum adat yang sangat memberatkan. Jika sudah terjadi masalah, maka masyarakat selalu mengambil tindakan sendiri tanpa menghiraukan hukum positip yang berlaku di Negara Indonesia.

Tuntutan masyarakat juga terkadang melebihi kemampuan para investor. Namun ada juga masalah sosial itu terjadi akibat janji janji para investor yang tidak terealisir di masyarakat sekitar kebun. Akibatnya masyarakat menuntut janji yang sudah disampaikan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, jika masalah sosial ini tidak segera diselesaikan maka tidak menutup kemungkinan banyak investor dalam bidang perkebunan sawit yang “hengkang” dari Kalbar. Kemungkinan juga mereka akan menjual perkebunannya kepada investor lain yang mampu mengatasi tuntutan masyarakat.

Sebenarnya investasi perkebunan sawit di Wilayah Kalbar masih sangat menjanjikan. Namun jika melihat permasalahan sosial yang terjadi dilapangan maka hal ini menjadi satu kendala sangat besar yang perlu segera diselesaikan. Selain masalah lahan, masalah yang selalu dihadapi yaitu ketika perkebunan sawit sudah mulai panen, masyarakat sering menuntut pembagian hasil penen dari perusahaan.

Hal ini mengakibatkan perusahaan tidak bisa berbuat banyak. Sebab jika permintaan atau tuntutan warga tidak terpenuhi maka biasanya mereka akan menutup jalan akses ke perkebunan. Jika hal itu terjadi maka perusahaan tidak akan bisa melaksanakan panen.

Untuk mengantisipasi masalah sosial yang terjadi dilapangan, pihaknya sangat mengharapkan peran pemerintah dengan investor dan aparat keamanan. Sehingga para investor merasa aman menanamkan modalnya di Kalbar. Jika investor sudah merasa tidak aman berinvestasi, maka pengusaha akan mengalihkan usahanya ke bidang lain atau ke daerah lain yang dirasa cukup aman.  [146] 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN