SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 1 Agustus 2014
Pencarian Arsip

Laba Bersih BII Naik 45% Jadi Rp 669 M
Kamis, 23 Februari 2012 | 11:55



[JAKARTA] PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp669 miliar pada periode yang berakhir 31 Desember 2011. Jumlah tersebut naik 45 % dibanding Rp461 miliar pada periode sebelumnya. Laba sebelum pajak BII mencapai Rp985 miliar, naik 25%  dibanding periode sebelumnya. Kinerja yang membaik terutama didorong oleh pertumbuhan yang solid pada bisnis inti BII, perbaikan kualitas aset, dan perbaikan di seluruh operasionalnya.  

Pjs Presiden Direktur BII, Rahardja Alimhamzah, berpendapat kinerja BII yang membaik memperlihatkan kerja keras BII dalam meraih kembali momentum pertumbuhan telah menghasilkan kenaikan laba. “Saya yakin bahwa rencana pertumbuhan berkelanjutan di seluruh segmen bisnis lebih jauh akan meningkatkan kinerja kami sejalan dengan meningkatnya pangsa pasar dengan tetap memastikan kualitas aset yang baik,” ujarnya dalam rilis yang diterima SP, baru-baru ini.  

BII terus membukukan pertumbuhan kredit yang kuat sepanjang 2011. BII mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 25% dari Rp53,6 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp67,2 triliun pada Desember 2011.   

“Kredit Korporasi memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar, yakni 42% dari Rp12,2 triliun pada Desember 2010 menjadi Rp17,3 triliun pada Desember 2011, diikuti oleh UKM dan Komersial sebesar 27%  dan Konsumer sebesar 15%  dibanding periode yang sama 2010,” terang Alimhamzah. 

Kredit Konsumer memberikan kontribusi 38 % dari total kredit, sedangkan UKM dan Komersial sebesar 36%  dan Korporasi 26% .   Sedangkan total aset BII pada 31 Desember 2011 meningkat 26%  menjadi Rp94,9 triliun dari Rp75,2 triliun pada tahun sebelumnya. Total simpanan nasabah juga mengalami peningkatan 17% dari Rp59,9 triliun menjadi Rp70,3 triliun. Tabungan dan giro mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibanding deposito.  

“Jika deposito hanya meningkat 13%  dari Rp35,8 triliun menjadi Rp40,3 triliun, tabungan tumbuh 28%  menjadi Rp17,6 triliun dari sebelumnya Rp13,8 triliun. Sedangkan giro bertumbuh 21% menjadi Rp12,4 triliun dari Rp10,3 triliun pada tahun sebelumnya,” papar Alimhamzah.  

Sementara, Loan to deposit ratio (LDR) konsolidasi tetap berada pada tingkat yang diharapkan, yakni sebesar 95,1%. “LDR untuk bank saja, tanpa anak perusahaan, tetap terkelola dengan baik pada tingkat 88,9%. LDR konsolidasi BII dengan memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah, berada pada tingkat 81,2% ,” tutur Alimhamzah.  

Pendapatan operasional lainnya juga mengalami peningkatan sebesar 12%  dari Rp2.077 miliar menjadi Rp2.328 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Alimhamzah, total fee based income BII terutama berasal dari kenaikan fee dari transaksi perbankan korporasi, treasury, kartu kredit, trade finance, remittance dan jasa lainnya. Alimhamzah menambahkan, total overhead cost BII meningkat 18% dari Rp3.699 miliar menjadi Rp4.353 miliar.  

Peningkatan ini, lanjut Alimhamzah, mencerminkan ekspansi jaringan BII yang agresif dan investasi di bidang human capital dan infrastruktur teknologi informasi (TI) sepanjang tahun. Rasio Kecukupan Modal (CAR) dengan memperhitungkan risiko kredit, pasar dan operasional berada pada tingkat 11,83%  per Desember 2011 dengan Tier 1 Capital sebesar Rp7,2 triliun dan Tier 2 Capital sebesar Rp2,2 triliun. [YHD/M-6]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!