Kunjungan Wisman Semester I 2012 Tumbuh 7,75%
Kamis, 2 Agustus 2012 | 11:33
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu (Foto: SP/Hendro Situmorang)
[JAKARTA]
Pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) pada semester I-2012 tumbuh 7,75
persen. Pertumbuhan tersebut mendekati rata-rata pertumbuhan wisman di Asia
Pasifik yang tercatat 8 persen.
Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu mengatakan pada periode
Januari-Juni 2012 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebesar 3.876.310 wisman
dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar 3.597.632 wisman.
Pertumbuhan
mendekati 8 persen atau sama dengan tingkat pertumbuhan wisman di Asia Pasifik
dan lebih tinggi dari pertumbuhan wisman global di tingkat 5 persen
Pertumbuhan
wisman pada semester pertama 2012 ini masih didominasi pertumbuhan wisman dari
lima negara yakni Singapura sebesar 615.390 wisman atau tumbuh 1,1%, Malaysia
557.413 wisman (10,1%), Australia 422.787 wisman (6,1%), RRT 305.303 wisman
(33,5%), dan Jepang 200.093 wisman (5%).
“Yang
perlu dicatat adalah membaiknya kembali pertumbuhan wisman dari Jepang antara
lain karena pemulihan perekonomian Jepang dan dimulai kembali penerbangan
langsung Haneda - Denpasar oleh maskapai Garuda Indonesia,” ujarnya di Jakarta,
Rabu (2/8).
Pertumbuhan
wisman dari negara - negara Eropa terutama Inggris (4,5%) dan Jerman (6,7%)
masih baik, walaupun dari Belanda menurun (-2,8%) dan pertumbuhan wisman dari
AS (9,9%).
BPS
juga melaporkan jumlah kunjungan wisman melalui seluruh pintu masuk bulan Juni
2012 sebesar 695.531 wisman atau tumbuh sebesar 3,13% dibandingkan bulan Juni
2011 berjumlah 674.402 wisman.
Data
BPS dan Pusdatin Keparekraf menyebutkan, berdasarkan kebangsaan pertumbuhan
tinggi wisman pada Juni 2012 yaitu Mesir sebesar 91,3%, Thailand 29,6%, Arab
Saudi 22,3%, Filipina 19,6% dan Rusia 17,9%.
Sementara secara kumulatif, wisman
bulan Januari s.d. Juni 2012 dibandingkan bulan Januari s.d. Juni 2011 yang
mengalami pertumbuhan tinggi adalah Mesir 45,5%, RRT 33,5%, Bahrain 29,7%, Arab
Saudi 21,2%, dan Filipina tumbuh hingga 15,7%.
Menanggapi
pencapaian hingga Juni, Mari Pangestu menekankan dua hal. Pertama, adalah bahwa
dari segi pola perjalanan memang peak season adalah antara bulan Mei sampai
dengan Agustus, yang mencakup sekitar 40% dari jumlah wisman. Maka melihat
trend sampai dengan Juni, optimis bahwa target 8 juta wisman untuk 2012 dapat
tercapai dan bahkan dapat lebih.
Kedua,
bahwa selain berupaya meningkatkan angka kunjungan wisman dan jumlah perjalanan
wisnus, Kemenparekraf juga berupaya untuk meningkatkan kualitas berwisata yang
salah satunya diukur dengan lama tinggal (length of stay) dan besarnya
pengeluaran. “Banyak negara yang kini mulai fokus untuk mengembangkan wisata
minat khusus dan tidak hanya terpaku pada peningkatan jumlah wisman semata,”
ujarnya.
Menurutnya,
strategi promosi wisata minat khusus perlu semakin ditingkatkan karena
potensinya yang besar antara lain trekking, snorkeling, diving dan golf. Ketika
mengunjungi Pulau Derawan dan Pulau Komodo beberapa waktu lalu, ia menilai
bahwa dari segi infrastruktur kedua daerah ini siap untuk menyambut wisman dan
wisnus yang ingin melakukan wisata minat khusus.
“Tinggal
bagaimana pemerintah perlu mengambil langkah - langkah untuk meningkatkan
konektivitas karena aspek ini juga kunci utama untuk mengembangkan wisata minat
khusus dan meningkatkan jumlah wisatawan. \Tentu diperlukan promosi untuk
menggambarkan apa yang dapat dilakukan di kedua tempat tersebut,” papar dia.
Untuk
wisata minat khusus Keparekraf sudah dan sedang menyusun program aksi untuk 3
tahun mendatang untuk meningkatkan wisata bahari terutama menyelam, wisata
rekreasi olah raga antara lain golf, wisata kapal pesiar, dan wisata MICE.
[H-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
