Krisis Kepemimpinan Landa PT Telkom
Selasa, 24 April 2012 | 19:32
[google] [JAKARTA] Lemahnya kinerja pengawasan manajemen PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk ( PT Telkom) ditengarai menjadi pemicu anjloknya laba bersih
perseroan selama 2011.
Krisis kepemimpinan melanda PT Telkom yang mengakibatkan hilangnya sejumlah
peluang bisnis.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Lili Asjudiredja, kepada
wartawan, di Jakarta, Selasa (24/4) mengatakan, performa laba perseroan
yang turun perlu ditelisik lebih mendalam. Sistem pengawasan oleh manajemen
patut dipertanyakan.
“Bukan hanya semata personal direksi, tapi juga aspek pengawasan dari sisi
finansial dan operasional. Terlebih dalam menghadapi era persaingan di industri
telekomunikasi yang semakin keras," kata Lili.
Menurut Lili, ada sejumlah persoalan yang menimpa BUMN telekomunikasi itu
sehingga memicu penurunan realisasi laba bersih pada tahun buku 2011.
"Terjadi problem di internal manajemen. Untuk itu, mau tidak mau pihak
manajemen harus menempuh berbagai upaya demi meningkatkan kinerja perusahaan
agar lebih efisien serta mendorong kenaikan produktivitas," kata Lili.
Seperti diketahui, laba bersih PT Telkom sepanjang 2011 merosot hingga 4,96%
seiring kenaikan sejumlah beban yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan angka
pendapatan.
Sesuai laporan keuangan 2011, laba bersih BUMN telekomunikasi itu tercatat
sebesar Rp10,97 triliun, turun dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yakni
Rp11,54 triliun.
Padahal, pendapatan perseroan hanya naik tipis yakni sebesar 3,82% dari Rp68,63
triliun menjadi Rp71,25 triliun. Beban total perseroan mengalami kenaikan
sebesar 8,03% menjadi Rp49,97 triliun dari Rp46,25 triliun.
Hal ini mengakibatkan laba sebelum pajak penghasilan perusahaan pelat merah itu
melorot sebesar 2,61% menjadi Rp20,86 triliun dari Rp21,42 triliun.
Lebih jauh Lili mengungkapkan, salah satu aspek yang menjadi sorotan DPR adalah
jumlah SDM di perseroan yang terlalu tambun sehingga biaya operasionalisasi
perusahaan menjadi membengkak.
"Dalam rapat terakhir bersama manajemen Telkom, Komisi VI DPR sudah
mempertanyakan soal jumlah karyawan yang terlalu banyak. Hal itu tentu
berdampak terhadap beban operasional perseroan. Akhirnya, manajemen menempuh
kebijakan berupa pensiun dini terhadap karyawan," paparnya. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
