SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Komentari Capres, Sri Mulyani Takut Langgar Etika Bank Dunia
Jumat, 13 Juli 2012 | 14:49

Sri Mulyani. [Dok. SP] Sri Mulyani. [Dok. SP]

[JAKARTA] Mantan Menteri Keuangan yang sekarang menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati enggan mengomentari soal pencapresan dirinya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. Menurutnya, jika dirinya mengomentari hal itu, maka akan bertentangan dengan etika jabatannya saat ini di Bank Dunia.

"Saya bicara dalam kapasitas direktur pelaksana Bank Dunia, dalam etika saya, saya tidak diperbolehkan secara profesional untuk memberikan komentar mengenai sesuatu yang sifatnya politik di dalam suatu negara. Jadi, saya menghormati Indonesia, dan saya menghormati etika Bank Dunia," ungkapnya usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/7).

Sri Mulyani yang sebelumnya menguasai 81 persen suara polling pada sebuah situs www.worldbankpresident.org, dan diunggulkan menjadi Calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick pun mengaku, dirinya saat ini akan lebih tertarik menceritakan soal pembangunan ekonomi dunia ketimbang politik.

Di sisi lain, saat ditanyakan soal keterlibatan lebih dari 200 kepala daerah di Indonesia yang melakukan korupsi, Sri Mulyani menilai hal itu adalah tantangan besar di banyak negara dalam membangun suatu institusi yang berdasarkan good governance. "Tata kelola yang baik, bersih, itu tantangan yang besar, tidak hanya di negara Indonesia, negara maju, negara miskin, itu semuanya terjadi. Jadi, apa yang anda sampaikan tentu merupakan tantangan, yang paling penting apakah dari sisi penegakan hukum dan sistem peradilan memungkinkan masalah ini bisa ditangani secara efektif, sehingga bisa dicegah dan kerugian bisa dikembalikan," jelas dia.

Seperti diketahui, Sri Mulyani dicalonkan menjadi presiden pada Pilpres mendatang oleh dua partai sekaligus, yakni Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI).

Ketua Umum Partai SRI Daminaus Taufan mengutarakan, kondisi bangsa yang semakin tidak menentu menjadi alasan mereka turun gunung membentuk Partai SRI. Mereka prihatin dengan korupsi yang masih merajalela, etika masyarakat yang melemah, dan permasalahan bangsa lain yang membuat masyarakat semakin terabaikan. ”Kami berpikir, ide-ide Sri Mulyani akan adanya pemerintahan yang bersih tidak bisa diperjuangkan dengan menggunakan ormas sebagai kendaraan,” tuturnya.

Sedangkan, Ketua Umum DPP PSI Rahardjo Tjakraningrat menilai bahwa Sri Mulyani adalah sosok anak bangsa yang terbaik, memiliki integritas, kapabilitas dan berdedikasi tinggi dalam memperbaiki nasib bangsa Indonesia. Mengenai pencalonan ini, pihak PSI sudah melayangkan surat kepada Sri Mulyani yang kini berada di Washington DC, Amerika Serikat guna meminta persetujuan dicalonkannya menjadi Presiden 2014.

Sementara itu, Partai Demokrat diisukan juga tengah mendekati Sri Mulyani untuk diusung sebagai Capres mendatang. Ketua DPP Partai Demokrat Ikhsan Modjo mengatakan, beberapa tokoh yang masuk pemantauan Demokrat adalah tokoh-tokoh nasional yang memiliki rekam jejak yang bagus, antara lain Sri Mulyani, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN