Komentari Capres, Sri Mulyani Takut Langgar Etika Bank Dunia
Jumat, 13 Juli 2012 | 14:49
Sri Mulyani. [Dok. SP] [JAKARTA] Mantan Menteri Keuangan yang sekarang menjadi
Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati enggan mengomentari
soal pencapresan dirinya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014
mendatang. Menurutnya, jika dirinya mengomentari hal itu, maka akan
bertentangan dengan etika jabatannya saat ini di Bank Dunia.
"Saya bicara dalam kapasitas direktur pelaksana Bank Dunia, dalam etika
saya, saya tidak diperbolehkan secara profesional untuk memberikan
komentar mengenai sesuatu yang sifatnya politik di dalam suatu negara.
Jadi, saya menghormati Indonesia, dan saya menghormati etika Bank
Dunia," ungkapnya usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/7).
Sri Mulyani yang sebelumnya menguasai 81 persen suara polling pada sebuah situs www.worldbankpresident.org,
dan diunggulkan menjadi Calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert
Zoellick pun mengaku, dirinya saat ini akan lebih tertarik menceritakan
soal pembangunan ekonomi dunia ketimbang politik.
Di sisi lain, saat ditanyakan soal keterlibatan lebih dari 200 kepala
daerah di Indonesia yang melakukan korupsi, Sri Mulyani menilai hal itu
adalah tantangan besar di banyak negara dalam membangun suatu institusi
yang berdasarkan good governance. "Tata kelola yang baik, bersih, itu
tantangan yang besar, tidak hanya di negara Indonesia, negara maju,
negara miskin, itu semuanya terjadi. Jadi, apa yang anda sampaikan tentu
merupakan tantangan, yang paling penting apakah dari sisi penegakan
hukum dan sistem peradilan memungkinkan masalah ini bisa ditangani
secara efektif, sehingga bisa dicegah dan kerugian bisa dikembalikan,"
jelas dia.
Seperti diketahui, Sri Mulyani dicalonkan menjadi presiden pada Pilpres
mendatang oleh dua partai sekaligus, yakni Partai Serikat Rakyat
Independen (SRI) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI).
Ketua Umum Partai SRI Daminaus Taufan mengutarakan, kondisi bangsa yang
semakin tidak menentu menjadi alasan mereka turun gunung membentuk
Partai SRI. Mereka prihatin dengan korupsi yang masih merajalela, etika
masyarakat yang melemah, dan permasalahan bangsa lain yang membuat
masyarakat semakin terabaikan. ”Kami berpikir, ide-ide Sri Mulyani akan
adanya pemerintahan yang bersih tidak bisa diperjuangkan dengan
menggunakan ormas sebagai kendaraan,” tuturnya.
Sedangkan, Ketua Umum DPP PSI Rahardjo Tjakraningrat menilai bahwa Sri
Mulyani adalah sosok anak bangsa yang terbaik, memiliki integritas,
kapabilitas dan berdedikasi tinggi dalam memperbaiki nasib bangsa
Indonesia. Mengenai pencalonan ini, pihak PSI sudah melayangkan surat
kepada Sri Mulyani yang kini berada di Washington DC, Amerika Serikat
guna meminta persetujuan dicalonkannya menjadi Presiden 2014.
Sementara itu, Partai Demokrat diisukan juga tengah mendekati Sri
Mulyani untuk diusung sebagai Capres mendatang. Ketua DPP Partai
Demokrat Ikhsan Modjo mengatakan, beberapa tokoh yang masuk pemantauan
Demokrat adalah tokoh-tokoh nasional yang memiliki rekam jejak yang
bagus, antara lain Sri Mulyani, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Ketua
Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
