Kepala BNP2TKI Buka Job Fair di Medan
Kamis, 26 Juli 2012 | 4:25
Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP] [JAKARTA]
Kepala Badan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, mengajar para pencari kerja di
Medan dan peran Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) untuk mengubah
mindset bahwa peluang kerja itu tidak
hanya di Malaysia tetapi juga di manca negara.
Pernyataan itu disampaikan Jumhur ketika memberi sambutan pada
pembukaan Job Fair BNP2TKI di kampus Panca Budi, Medan Sumatera Utara,
Rabu (25/7).
Job Fair yang berlangsung selama dua hari, 25-26 Juli 2012 ini dihadiri
juga oleh sejumlah pejabat BNP2TKI seperti Deputi Penempatan, Ade Adam
Noch, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, Haposan Saragih,
Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas (PHK)
1 TKI, Naekma, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan, Agus Sunaryadi
serta Kepala BP3TKI Medan, Haris Nainggolan. Selain itu hadir juga
Kepala Disnakertrans Prov Sumut, Bukit Tambunan dan para pimpinan
PPTKIS, serta stakeholder terkait lainnya.
Menurut Jumhur, selama ini para pencari kerja hanya mengerti peluang
kerja di luar negeri sebatas di Malaysia. Padahal kesempatan kerja
melalui penempatan pemerintah terbuka di Korea untuk semi skill dan
Jepang untuk sektor perawat.
"Di luar penempatan pemerintah, ada ribuan pekerjaan yang dicari PPTKIS," terangnya.
Karena itu, kata Jumhur, warga Medan diharapkan memanfaatkan ribuan
kesempatan kerja yang ditawarkan oleh delapan PPTKIS dan 16 kantor
cabang PPTKIS.
"Melalui Job Fair ini kami menginginkan para pencari di Medan
memanfaatkan ribuan peluang kerja tidak hanya di Malaysia tetapi juga di
mancanegara," pinta Jumhur.
Di
Malaysia, lanjut Jumhur, 80 persen dari jumlah pekerja kita diisi oleh
pekerja sektor formal seperti pabrik, perkebunan, perhotelan hingga
sektor
perawat. Selebihnya, 20 persen diisi oleh pekerja sektor rumah tangga.
Bekerja di sektor formal, kata Jumhur, dari sisi perlindungan cukup
bagus dibandingkan bekerja di sektor informal. "Banyaknya kasus-kasus
TKI di Malaysia berasal dari sektor rumah tangga," tuturnya.
Karena itu, dia meminta kepada PPTKIS di Sumut tidak hanya melulu
menawarkan peluang di Malaysia tapi juga peluang di negara lain.
Berbicara tentang fungsi KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri), Jumhur
menceritakan, dalam hitungan detik, Badan Nasional Penempatan dan
Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bisa melakukan upaya
perlindungan terhadap TKI yang bekerja di 116 negara
penempatan. "Ketika TKI yang bekerja di Kapal
Pesiar mewah Concordia tenggelam di teluk Italia tahun lalu, BNP2TKI
dalam hitungan detik bisa mengetahui berapa jumlah TKI yang bekerja di
kapal itu," kata Jumhur kepada wartawan usai membuka
Job Fair BNP2TKI di kampus Panca Budi, Medan Sumatera Utara, Rabu
(25/7).
Menurut Jumhur, negara mengetahui persebaran TKI di luar negeri melalui
Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Kartu yang diberikan negara
secara gratis ini memiliki microchip yang didalamnya berisi 50 lebih
data identitas diri TKI.
"Setiap TKI yang akan bekerja ke luar negeri
wajib memiliki KTKLN sebagai identitas diri dan mekanisme perlindungan,"
tegas Jumhur.
Karena itu, lanjutnya, melalui Safari Ramadhan BNP2TKI di wilayah
perbatasan Sumatera, BNP2TKI meningkatkan sosialisasi kepada TKI yang
akan pergi bekerja ke Malaysia.
Di perbatasan, kata Jumhur, banyak TKI keluar masuk yang tidak
berdokumen. Hal itu terlihat dari sweeping (penyisiran) Direktorat
Pengamanan BNP2TKI beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, tujuan sosialisasi di wilayah perbatasan Sumatera
dimaksudkan untuk memastikan bahwa perlunya bekerja di Malaysia itu
secara legal dan berdokumen. "Termasuk, meningkatkan koordinasi dan
sinergi dengan pihak imigrasi, kepolisian dan instansi terkait
lainnya," tutur Jumhur.
Selain itu, lanjutnya, mereka yang sudah bekerja dengan dokumen lengkap
di Malaysia diimbau untuk tetap menginformasikan kepada kawan dan
kerabat tentang pentingnya bekerja secara legal dan berdokumen.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang peluang pelaksanaan test Employment
Permit System (EPS) TOPIK Korea di Medan, Kepala BNP2TKI mengatakan
bahwa alasan pelaksanaan test di pulau Jawa karena dari sisi jumlah
peserta di Jawa cukup banyak yaitu ribuan jumlahnya.
Karena itu, BNP2TKI mendorong pemprov, BP3TKI di Medan untuk
meningkatlan jumlah pencari kerja ke Korea. Kalau jumlahnya yang ikut
test ada 500 saja kita usulkan kepada HRD Korea agar di Medan bisa
dibuka test tersendiri. "Soal penentuan tempat test itu kewenangan
HRD Korea," pungkas. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
