Kemendag Gali Peluang Ekspor Produk Hasil Laut ke Korsel
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:29
Stan Indonesia di Hall Expo 2012 Yeosu, Korea Selatan. [SP/Marselius Rombe Baan] [JAKARTA] Produk hasil laut Indonesia meraih perhatian
komunitas bisnis Korea Selatan (Korsel).
Hal tersebut terlihat dari antusiasme para pengusaha Korsel
saat mengikuti seminar bisnis bertemakan “Market Opportunity of Indonesian
Marine Products In Korea” yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan
pada 21 Mei 2012 lalu di Yeosu, Korsel.
Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Ditjen Pengembangan
Ekspor Nasional Kemendag, Pradnyawati, dalam surat tertulisnya yang diterima
SP, Kamis (24/5), mengatakan, masalah keamanan berinvestasi serta kebersihan
produk Indonesia menjadi perhatian utama sekitar 60 peserta seminar yang
berasal dari Seoul, Busan, serta kota lain di Korsel.
Ia mengatakan, investor Korsel semakin tertarik untuk
mengambil bagian dalam program pembangunan ekonomi Indonesia. Investasi dari
perusahaan-perusahaan besar seperti POSCO, Han Kook Tire dan CJ Group
menjadikan Korea Selatan sebagai peringkat ke-7 investor ke Indonesia.
“Menjamurnya Lotte Hypermarket di Jakarta hanyalah satu bentuk
nyata meningkatnya interaksi ekonomi di antara keduanya,” kata dia.
Lebih lanjut, Pradnyawati menyampaikan, ekspor produk hasil
laut Indonesia pada Januari 2012 adalah sebanyak 67.214 ton dengan nilai US$
214.516.
Sebagian besar dari produk hasil laut Indonesia diekspor ke Thailand,
Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Sementara itu, Korsel berada di peringkat ke-9 dari negara
tujuan ekspor kelompok produk ini dengan volume sebesar 2.386 ton senilai US$
4,936.
Salah satu produk hasil laut Indonesia yang berpotensi untuk
dikembangkan di Korsel adalah rumput laut yang dapat diproduksi menjadi lebih
dari 700.000 ton sebagai produk makanan olahan ataupun produk yang memilki
nilai tambah lainnya.
Selain itu, produk perikanan juga memiliki peluang investasi
yang besar di wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku,
dan Papua, meskipun terhalang oleh infrastruktur yang masih terbatas.
[E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
