Kajian Restrukturisasi BUMN Energi Selesai Juni
Selasa, 10 April 2012 | 10:56
Menteri BUMN, Dahlan Iskan (Foto: SP/Ruht Semiono) [JAKARTA] Kementerian
BUMN akan merestrukturisasi empat BUMN Energi, meliputi PT PLN, PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk
(PGN), dan PT Energy Management Indonesia (EMI) agar lebih efisien, sehingga
target-target pencapaian energi yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.
"Kajian restrukturisasi BUMN Energi akan selesai dalam dua bulan ke depan
(Juni), untuk selanjutnya diimplementasikan di masing-masing perusahaan
itu," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN
di Kantor Perum Perhutani, Jakarta, Selasa (10/4).
Menurut Dahlan, dalam kajian tersebut akan menentukan bentuk restrukturisasi
yang dilakukan secara menyeluruh pada perusahaan energi "plat merah"
itu.
Meski demikan, Dahlan tidak menyebutkan secara detail pola restrukturisasi yang
akan ditempuh, karena di dalam BUMN Energi tersebut terdapat satu perusahaan
terbuka (Tbk) yaitu PT PGN.
Ia hanya menjelaskan bahwa program restrukturisasi tersebut akan dilakukan
sejalan dengan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada
masing-masing BUMN.
"Kita tunggu RUPS mereka dulu. Selain BUMN Energi tersebut, juga akan
dimungkinkan untuk melibatkan anak usaha seperti PT Pertagas (anak usaha
Pertamina)," ujarnya.
Diketahui, tiga dari empat BUMN ini (Pertamina, PLN, dan PGN) merupakan
perusahaan penyumbang pendapatan terbesar bagi negara.
Pada 2011 PT Pertamina mencetak laba sebesar Rp 20,99 triliun, PLN Rp 11,75
triliun, sedangkan PGN meraih laba bersih sebesar Rp 5,93 triliun.
Pemerintah tentu sangat berkepentingan untuk meningkatkan kinerja perusahaan,
karena sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional.
Jika dihitung kontribusi dari tiga BUMN tersebut mencapai 31,29 persen dari
total laba bersih seluruh BUMN yang diperkirakan mencapai Rp123,56 triliun.
Dahlan juga tidak menyebutkan apakah dalam restrukturisasi tersebut akan
menempuh opsi penggabungan usaha. "Tunggu saja, waktunya belum pas untuk
mengungkapkannya," ujar Dahlan.
Data Kementerian BUMN terkait program penataan (right sizing) periode 2010-2014, saham milik negara sebesar 100
persn apda PT PT EMI akan didivestasi atau diutamakan diambilalih BUMN lainnya.
Sedangkan PLN, Pertamina, dan PGN menurut dokumen tersebut akan tetap berdiri
sendiri atau "stand alone". [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
