Kadin Minta Pemerintah Ketat Awasi Barang Impor
Rabu, 9 Mei 2012 | 11:09
Ilustrasi barang impor diperdagangkan di pasar [antara] [JAKARTA] Pemerintah harus lebih proaktif dalam melakukan pengawasan
terhadap peredaran barang impor illegal serta memperketat masuknya produk illegal
itu melalui sejumlah pintu masuk yang ada. Pasalnya, dikhawatirkan dengan kian
maraknya produk illegal di tengah-tengah masyarakat akan merugikan produsen
nasional dan membahayakan pasar domestik yang semestinya dijaga.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum
Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, kepada pers
di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Natsir, Kemendag dan Bea Cukai
perlu meningkatkan pengawasan impor illegal, karena Indonesia merupakan pasar
besar di Asia bahkan di dunia. “Oleh karena itu, Kemendag dan Bea Cukai
perlu tegas dalam menjaga pasar domestik, karena Kemendag dan Bea Cukai
adalah pintu terdepan agar industri dalam negeri ini bisa bertahan,” kata dia.
Pengawasan kedua institusi ini, kata
Natsir, masih perlu ditingkatkan karena masih banyak barang impor illegal di
pasaran. Selama ini masih beredar banyak produk impor yang masuk ke Indonesia
yang tidak berstandar, kalau pun berstandar lebel standarnya palsu
terutama produk dari Tiongkok.
Pihaknya menilai, proses hukum bagi
importir yang melakukan impor illegal tidak menimbulkan efek jera, buktinya
dari hari ke hari permasalahan impor ilegal ini bertambah dan akan
bertambah terus.
Berkaitan dengan hal itu, Natsir
mengingatkan agar kebijakan Kemendag terhadap impor ilegal ini masih perlu
ditingkatkan dan kebijakan bea cukai terhadap barang impor yg
melalui jalur hijau perlu ditinjau kembali. Importir, kata dia, jangan
berlindung dengan mendapat prioritas jalur hijau, salah satu efek yang ditimbulkan
jual barang impor sudah termasuk PPN.[E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
KEN Pelajari Cara Korsel Lolos dari Middle-Income Trap
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
KEN Minta Industri Korea Tampung Lebih Banyak Tenaga Kerja Indonesia
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
