Jumhur: BNP2TKI Harus Jadi Pro Active Bureaucracy
Rabu, 22 Februari 2012 | 8:07
Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat [JAKARTA] Kepala Badan
Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh
Jumhur Hidayat, menegaskan institusi BNP2TKI harus menjadi kekuatan birokrasi
yang proaktif (pro active bureaucracy) dalam melayani permasalahan TKI.
Selain itu, BNP2TKI juga tidak boleh mengabaikan penerapan budaya kerja yang
berorientasi tata kelola pemerintahah yang bersih dan baik.
Demikian disampaikan Jumhur saat
acara penandatanganan “Pakta Integritas” Aksi Pencegahan dan Pemberantasan
Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) di lingkungan pegawai BNP2TKI, Selasa
(21/2).
Ia menegaskan, birokrasi yang
proaktif dicerminkan dengan kehendak aparatnya untuk turun langsung menangani
sekaligus melakukan jemput bola atas setiap persoalan yang dihadapi TKI,
sehingga dapat dituntaskan secara cepat, tepat, dan memenuhi harapan publik
atau TKI.
Penandatangan itu melibatkan
pejabat BNP2TKI mulai eselon IV hingga 1 serta seluruh pegawai negeri sipil
(PNS) lainnya. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dan pejabat yang mewakili Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi.
Jumhur mengatakan, untuk mencapai
wujud kinerja birokrasi yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif
tidak cukup sekadar membangun komitmen atau melaksanakan kultur kerja
berdasarkan prinsip clean government and good governance. Karena itu,
diperlukan langkah-langkah proaktif dari seluruh aparaturnya agar kelembagaan
birokrasi dapat dirasakan keberadaannya oleh masyarakat luas.
Dengan demikian, lanjut
Jumhur, elemen birokrasi di BNP2TKI harus mampu menampilkan potret kerja yang
proaktif tersebut, selain menghasilkan fungsi pelayanan institusinya yang benar
dan kuat menurut kaidah tata kelola kepemerintahan yang bersih serta baik.
Dikatakan, pegawai BNP2TKI juga
harus berani menunjukkan sikap kerja yang jujur guna terpenuhinya standar
pelayanan TKI yang paripurna, tanpa menjadikan agenda TKI tersia-siakan,
apalagi merugikan keberadaan para TKI.
Ia menambahkan, para TKI dan
keluarganya akan dapat terberdayakan maupun termartabatkan kehidupannya dengan
pola kerja aparat BNP2TKI yang tanggap, yang utamanya dilakukan melalui model
kerja jemput bola baik di tanah air atau di luar negeri. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
