SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Investasi Jamsostek Capai Rp 6,6 Triliun
Rabu, 15 Agustus 2012 | 22:44



[JAKARTA] Hasil investasi PT Jamsostek (Persero) hingga Juni 2012 mencapai 54 persen atau Rp 6,6 triliun dari target selama 2012 sebesar Rp 12,173 triliun. Hal itu terdiri dari deposito sebesar Rp 1,349 triliun, obligasi Rp 2,536 triliun, saham Rp 2,4 triliun, reksadana Rp 330 miliar, dan properti Rp 24,5 miliar.

Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya di Jakarta, Rabu (18/8), mengatakan, dana kelolaan Jamsostek per Juni 2012 mencapai Rp 119,9 triliun dari target 2012 sebesar Rp 125,73 triliun.

Komposisinya berupa time deposit Rp 36,523 triliun, obligasi Rp 50,650 triliun, saham Rp 23,994 triliun, reksadana Rp 8,250 triliun, dan properti/penyertaan langsung Rp 480 miliar, katanya.

Dengan hasil investasi ini, laba bersih yang dibukukan Jamsostek hingga Juni 2012 mencapai Rp 870 miliar atau sekitar 40 persen dari target 2012 sebesar Rp 1,987 triliun.

Sementara itu, Direktur Investasi Jamsostek Jeffrey Haryadi mengatakan, pihaknya akan mengakuisisi PT Nayaka Era Husada (NEH) pada tahun ini sehingga tahun depan perusahaan ini dapat membantu Jamsostek menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Menurut Jeffrey, Jamsostek telah menganggarkan dana Rp 50-Rp100 miliar untuk proses akuisisi anak usaha Dana Pensiun Jamsostek tersebut. Alasan mengakuisisi NEH, untuk membantu kinerja modalnya belum besar.

Sejauh ini, NEH sering kalah saat mengikuti lelang untuk mitra perusahaan asuransi. AIasan lainnya, NEH dipandang mampu menjalankan peran sebagai pendukung jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) Jamsostek lewat klinik-klinik yang saat ini mereka miliki dengan sekitar 30 klinik tersebar di Batam, Karawang, Surabaya, Semarang, Cirebon, Cimahi, Bekasi, DKI Jakarta, Palembang, dan Pekanbaru.

Keberadaan klinik tersebut membantu pelayanan kesehatan buat masyarakat. Jadi daripada masyarakat ke puskesmas, ke klinik mereka juga bisa untuk dapat pelayanan, terang mantan mantan kepala divisi pasar uang dan pasar modal periode 2010-2012 Jamsostek tersebut, katanya.

Jeffry menegaskan, rencana akuisisi tersebut tidak akan mengganggu proses perubahan Jamsostek menjadi BPJS dan tidak melanggar ketentuan. Sebab Jamsostek berpegang pada aturan yang ada. Kalaupun nantinya JPK sudah dialihkan dengan BPJS kesehatan, klinik NEH masih tetap bisa bekerjasama. “Jadi kami berjalan berdasarkan peraturan yang masih eksisting sekarang,” kata Jeffry. [E-8]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN