Indonesia Harapkan Investasi Tiongkok Bidang TPT
Jumat, 8 Juni 2012 | 11:12
Ilustrasi hubungan Indonesia-Tiongkok [google] [JAKARTA] Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian
Perdagangan, Gusmardi Bustami, mengajak para pelaku usaha Tiongkok khususnya
bidang tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk membentuk “jalur sutra”
perdagangan dan investasi TPT Indonesia-Tiongkok.
Hal itu disampaikan Gusmardi saat menerima kunjungan delegasi China
Chamber of Commerce for Import and Export of Textiles (CCCT) di kantor
Kementerian Perdagangan, Kamis (7/6).
Gusmardi mengatakan, acara kunjungan pihak Tiongkok tersebut dapat
meningkatkan hubungan kerja sama Indonesia - Tiongkok, terutama di bidang
perdagangan dan investasi pertekstilan. “Kami yakin, kunjungan ini dapat
menjadi jembatan dalam mempererat hubungan kedua negara baik dari sisi government
to government maupun dari sisi business to business, khususnya di bidang
tekstil dan produk tekstil,” jelas Gusmardi.
Tiongkok merupakan mitra yang tepat bagi Indonesia dalam
mengembangkan perdagangan terutama tekstil dan produk tekstil. Hal ini dapat
dilihat dari sejarah perdagangan Tiongkok yang dikenal dengan “jalur
sutranya” sejak abad ke-3 sebelum masehi.
Sejak bergabungnya Tiongkok pada World Trade Organization (WTO)
pada 11 Desember 2011, Tiongkok telah tumbuh menjadi salah satu pemain utama
dalam perdagangan global dunia. Hal ini membuat Indonesia menjadikan Tiongkok
sebagai mitra utama perdagangan Indonesia khususnya produk TPT. Salah satu
perwujudan kerja sama Indonesia – Tiongkok adalah dengan ditandatanganinya ASEAN-China
Free Trade Agreement (ACFTA) pada 3 April 2010 di Yogyakarta dan MoU on
Trade Cooperation in Textile and Clothing.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of
Understanding on Trade Cooperation in Textile and Clothing yang
ditandatangani oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan CCCT di Jakarta
pada 29 April 2011.
Delegasi CCCT yang dipimpin oleh Jiang Hui selaku Wakil Ketua
CCCT, terdiri dari para pelaku usaha dan investor China di bidang tekstil dan
produk tekstil (TPT). Sementara, pada pertemuan ini turut hadir Ketua API Ade
Sudrajat dan Wakil Ketua API Mintarjo Halim, selaku perwakilan pengusaha
Indonesia. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
KEN Pelajari Cara Korsel Lolos dari Middle-Income Trap
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
KEN Minta Industri Korea Tampung Lebih Banyak Tenaga Kerja Indonesia
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
