HRD Korea Harapkan Lulusan TKI Terbaik
Senin, 18 Juni 2012 | 10:59
TKI Perawat yang bekerja di Jepang. (Foto: Google) [JAKARTA] Pihak Korea Selatan berharap perusahaan di Korea
Selatan mendapatkan lulusan tenaga kerja Indonesia (TKI) terbaik yang
akan dikirim Indonesia tahun 2012 ke Korea untuk ditempatkan di sejumlah
perusahaan di negeri ginseng itu.
Pernyataan Wakil Presiden Global Workplace Human Resources Development of Korea
(HRD) Korea, Choon-Bok Lee, ketika meninjau pelaksanaan Ujian Employment
Permit System Test of Proficiency in Korean (EPS TOPIK) hari pertama di Kampus
Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Bandung, Sabtu Siang
(16/6). Ujian EPS TOPIK berlangsung secara serentak selama dua hari, Sabtu
- Minggu (16-17 Juni 2012) di 4 Kota yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan
Surabaya. Untuk pelaksanaan EPS TOPIK HRD Korea dan BNP2TKI menggandeng
perguruan tinggi setempat sebagai lokasi pendaftaran dan pelaksanaan ujian.
Menurut Choon, pelaksanaan EPS TOPIK tahun 2012 ini berjalan dengan
tertib, baik dan aman. Ia sendiri melihat langsung dari pelaksanaanya yang
lebih baik dari tahun sebelumnya. "Rata-rata aman, beda jauh dengan
tahun lalu," katanya.
Choon mengharapkan, dengan ketatnya tata tertib dan jumlah pengawas yang
terlibat tidak akan ada lagi praktek perjokian maupun praktik curang seperti
menyontek seperti tahun lalu.
Choon juga memberi apresiasi terhadap kinerja petugas BNP2TKI, BP3TKI dan
petugas dari kampus IKOPIN yang telah menyiapkan pelaksanaan dan
pengawasan tes ini dengan sangat baik. "Yang lulus ujian EPS
TOPIK akan berpeluang lebih baik diterima perusahaan di Korea,"
imbuhnya.
Ia menilai, saat ini banyak pengusaha Korea yang menginginkan pekerja dari
Indonesia. Pekerja Indonesia sudah dikenal rajin, loyal dan sopan. TK dari
Indonesia terbukti mampu bersaing dengan pekerja dari Kamboja dan
Vietnam. "Harapan kita dari 15 negara pengirim tenaga kerja asing,
Indonesia akan mengirim pekerja yang lebih baik dari negara
lainnya," pinta Choon.
Tahun 2012, Indonesia mendapatkan kuota TKI ke Korea sebanyak 9.900 orang,
8.900 orang di antaranya untuk sektor manufaktur dan 1.000 orang untuk sektor
perikanan.
Sementara
itu, Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia (BNP2TKI) ketika berdialog dengan Wakil President of Global Workplace
Human Resources Development of Korea (HRD) Korea, Choon-Bok Lee memastikan
pelaksanan ujian EPS-TOPIK tahun 2012 akan berjalan dengan baik dan tanpa
perjokian. "Kami pastikan pelaksanaan ujian EPS TOPIK tahun ini
berjalan dengan aman dan sukses, Tidak akan ada lagi kasus perjokian karena
pengawasan dilakukan dengan sangat ketat", tegas Ade Adam Noch.
Ia menambahkan, penting bagi BNP2TKI mengawal proses pelajsanaan Ujian EPS
TOPIK agar berjalan dengan tertib dan aman. "Kita (baca: BNP2TKI)
ingin menghasilkan Calon TKI berkualitas dan secara moral memiliki kepribadian
yang baik," paparnya.
Diakui Ade, kompetisi untuk menempatkan Tenaga Kerja Asing ke Korea di antara
15 negara semakin ketat. Karena itu, hanya dengan memperbaiki kualitas TKI
diharapkan kuota TKI bisa ditingkatkan.
Ujian EPS TOPIK (Employment Permit System Test of Proficiency in Korean) atau
tes kecakapan bahasa Korea bagi calon TKI yang akan bekerja ke Korea Selatan
(Korsel) untuk tahun 2012 diikuti 27.244 calon TKI. Pelaksanaan tes
dilakukan serentak di Jakarta,
Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.
Ade Adam Noch, menjelaskan sebenarnya jumlah total pendaftar ujian EPS
TOPIK Tahun 2012 sebanyak 28.084 orang meliputi 3.850 orang yang
mendaftarkan diri melalui Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta, 8.541 orang
pendaftar melalui Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Bandung, 10.290
orang pendaftar melalui Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran
Yogyakarta, dan 5.403 orang pendaftar melalui Universitas Dr Soetomo (UNITOMO)
Surabaya.
Ade Adam Noch menjelaskan, dari jumlah pendaftar sebanyak 28.084 orang
tersebut, setelah diseleksi secara administrasi oleh Human Resources
Development Service of Korea (HRD Korea), ada 840 orang yang dinyatakan tidak
bisa mengikuti tes EPS TOPIK tahun 2012 sehingga jumlah peserta menjadi 27.244
orang.
"Mengenai nama 840 orang yang tidak bisa mengikutii tes EPS TOPIK tahun
2012 oleh HRD Korea sudah diumumkan melalui website www.bnp2tki.go.id tanggal
11 Juni 2012," kata Ade Adam Noch.
Penempatan TKI ke Korea Selatan ini dilakukan melalui kerjasama
antar pemerintah (Government to Government) sejak tahun 2004 melalui
penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara The
Ministry of Manpower and Transmigration Indonesia (Departemen Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Indonesia) dan the Ministry of Employment and Labor Korea
(Departemen Pekerjaan dan Tenaga Kerja Korea) pada tanggal 13 Juli 2004 dan
kemudian diperbarui terakhir pada tanggal 14 Oktober 2010. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
