SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

HRD Korea Harapkan Lulusan TKI Terbaik
Senin, 18 Juni 2012 | 10:59

TKI Perawat yang bekerja di Jepang. (Foto: Google) TKI Perawat yang bekerja di Jepang. (Foto: Google)

[JAKARTA] Pihak Korea Selatan berharap perusahaan di Korea Selatan mendapatkan  lulusan tenaga kerja Indonesia (TKI) terbaik yang akan dikirim Indonesia tahun 2012 ke Korea untuk ditempatkan di sejumlah perusahaan di negeri ginseng itu. 

Pernyataan Wakil Presiden Global Workplace Human Resources Development of Korea (HRD) Korea, Choon-Bok Lee, ketika meninjau pelaksanaan  Ujian Employment Permit System Test of Proficiency in Korean (EPS TOPIK) hari pertama di Kampus Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Bandung, Sabtu Siang (16/6). Ujian EPS TOPIK berlangsung secara serentak selama dua hari, Sabtu - Minggu (16-17 Juni 2012) di 4 Kota yakni di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Untuk pelaksanaan EPS TOPIK HRD Korea dan BNP2TKI menggandeng perguruan tinggi setempat sebagai lokasi pendaftaran dan pelaksanaan ujian.

Menurut Choon,  pelaksanaan EPS TOPIK tahun  2012 ini berjalan dengan tertib, baik dan aman. Ia sendiri melihat langsung dari pelaksanaanya yang lebih baik dari tahun sebelumnya. "Rata-rata aman, beda jauh dengan  tahun lalu," katanya.

Choon mengharapkan, dengan ketatnya tata tertib dan jumlah pengawas yang terlibat tidak akan ada lagi praktek perjokian maupun praktik curang seperti menyontek seperti tahun lalu. 

Choon juga memberi apresiasi terhadap kinerja petugas BNP2TKI, BP3TKI  dan petugas dari kampus IKOPIN yang telah menyiapkan pelaksanaan dan pengawasan  tes ini dengan sangat baik. "Yang lulus  ujian EPS TOPIK akan berpeluang lebih baik diterima perusahaan di Korea," imbuhnya. 

Ia menilai, saat ini banyak pengusaha Korea yang menginginkan pekerja dari Indonesia. Pekerja Indonesia sudah dikenal rajin, loyal dan sopan. TK dari Indonesia terbukti mampu  bersaing dengan pekerja dari Kamboja dan Vietnam. "Harapan kita dari 15 negara pengirim tenaga kerja asing, Indonesia  akan mengirim pekerja yang lebih baik dari negara lainnya," pinta Choon.

Tahun 2012, Indonesia mendapatkan kuota TKI ke Korea sebanyak 9.900 orang, 8.900 orang di antaranya untuk sektor manufaktur dan 1.000 orang untuk sektor perikanan.


 Sementara itu, Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ketika berdialog dengan Wakil President of Global Workplace Human Resources Development of Korea (HRD) Korea, Choon-Bok Lee memastikan pelaksanan ujian EPS-TOPIK tahun 2012 akan berjalan dengan baik dan tanpa perjokian.  "Kami pastikan pelaksanaan ujian EPS TOPIK tahun ini berjalan dengan aman dan sukses, Tidak akan ada lagi kasus perjokian karena pengawasan dilakukan dengan sangat ketat", tegas Ade Adam Noch.

Ia menambahkan, penting bagi BNP2TKI mengawal proses pelajsanaan Ujian EPS TOPIK agar berjalan dengan tertib dan aman.  "Kita (baca: BNP2TKI) ingin menghasilkan Calon TKI berkualitas dan secara moral memiliki kepribadian yang baik," paparnya.

Diakui Ade, kompetisi untuk menempatkan Tenaga Kerja Asing ke Korea di antara 15 negara semakin ketat. Karena itu, hanya dengan memperbaiki kualitas TKI diharapkan kuota  TKI bisa ditingkatkan.

Ujian EPS TOPIK (Employment Permit System Test of Proficiency in Korean) atau tes kecakapan bahasa Korea bagi calon TKI yang akan bekerja ke Korea Selatan (Korsel) untuk tahun 2012 diikuti  27.244 calon TKI. Pelaksanaan tes dilakukan serentak  di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

 Ade Adam Noch, menjelaskan sebenarnya jumlah total pendaftar ujian EPS TOPIK Tahun 2012 sebanyak 28.084 orang  meliputi 3.850 orang yang mendaftarkan diri melalui Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta, 8.541 orang pendaftar melalui Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Bandung, 10.290 orang pendaftar melalui Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, dan 5.403 orang pendaftar melalui Universitas Dr Soetomo (UNITOMO) Surabaya. 

Ade Adam Noch menjelaskan, dari jumlah pendaftar sebanyak 28.084 orang tersebut, setelah diseleksi secara administrasi oleh Human Resources Development Service of Korea (HRD Korea), ada 840 orang yang dinyatakan tidak bisa mengikuti tes EPS TOPIK tahun 2012 sehingga jumlah peserta menjadi 27.244 orang. 

"Mengenai nama 840 orang yang tidak bisa mengikutii tes EPS TOPIK tahun 2012 oleh HRD Korea sudah diumumkan melalui website www.bnp2tki.go.id tanggal 11 Juni 2012," kata Ade Adam Noch.   Penempatan TKI ke Korea Selatan ini dilakukan melalui kerjasama antar pemerintah (Government to Government) sejak tahun 2004 melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara The Ministry of Manpower and Transmigration Indonesia (Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia) dan the Ministry of Employment and Labor Korea (Departemen Pekerjaan dan Tenaga Kerja Korea) pada tanggal 13 Juli 2004 dan kemudian diperbarui terakhir pada tanggal 14 Oktober 2010. [E-8]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN