HIPPI Tingkatkan Citra dan Pertumbuhan Industri Kreatif
Jumat, 20 Juli 2012 | 11:12
(dari kiri ke kanan) Dewan Penasihat DPP HIPPI Dewi Motik, Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Suryani Sidik Motik dan Ketua Panitia ICRA 2012 Lely Martiwi, saat pembukaan Pameran Produk Interior dan Kerajinan Indonesia (ICRA) 2012 di JCC, Rabu (18/7). [SP/Hendro Situmorang] [JAKARTA]
Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Kementerian Perindustrian
menggelar kegiatan pameran ‘Interior & Craft’ (ICRA). Hal inimerupakan
ajang pameran kerajinan unggulan nusantara.
Dengan
tema “Membangun Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Inovasi Intelektual dan
Teknologi”, sejumlah UKM, BUMN, pemda, Dinas Pembina UKM serta lembaga terkait
lainnya ikut berpartisipasi dalam pameran yang digelar sejak tahun 2001 ini.
Pameran
yang ke-12 ini dibuka oleh Dirjen Industri Kecil & Menengah (IKM)
Kementerian Perindustrian Euis Saedah, yang didampingi Ketua Umum HIPPI Suryani
Sidik Motik.
Pameran
Produk Interior dan Kerajinan Indonesia yang rutin diselenggarakan sejak tahun
2001 dan pameran yang ke-12 memiliki arti yang sangat penting dan strategis
dalam meningkatkan citra dan pemasaran serta pertumbuhan industri kreatif
sektor kerajinan khususnya interior dan penunjangnya.
Euis
mengatakan penghargaannya terhadap HIPPI sebagai organisasi atau wadah
pengusaha pribumi yang ikut serta mengembangkan usaha dan industri di dalam
negeri.
“Indonesia
kaya warisan budaya sehingga mempunyai prospek sangat besar dalam pengembangan
industri berbasis tradisi dan budaya. ICRA 2012 ini merupakan insklusif
ekonomi, bahkan secara kasat mata jelas-jelas banyak menyerap tenaga kerja,”
tuturnyadi Jakarta Convetion Center (JCC), Jakarta.
Senada
dengan itu, Suryani Motik menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini
telah memiliki perwakilan di 33 provinsi di Indonesia.
"Ajang
ini sangat penting dan strategis dalam meningkatkan citra dan pemasaran serta
pertumbuhan industri kreatif sektor kerajinan, khususnya interior dan
penunjangnya. Melalui HIPPI ini kami berjuang di bidang ekonomi yang bersifat
profesional,” jelas dia.
Menurutnya,
lewat kegiatan pameran ini diharapkan tak hanya meningkat dan berkembang di
pasar lokal atau nasional. Pihaknya bertekad dapat menembus pasar
internasional.
Sementara
Ketua Panitia ICRA 2012 Lely Martiwi mengharapkan ajang pameran ini dapat
menjadi salah satu barometer kemajuan dan pembangunan bidang industri kreatif.
Untuk mendukung pelaksanaan pameran, pihaknya juga menggelar demo produk dan
talkshow.
"Hal
ini terbukti dengan banyaknya karya anak bangsa yang diakui oleh
komunitas internasional. Industri kreatif kelompok kerajinan adalah
kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk
yang dibuat dan dihasilkan oleh tenaga perajin yang berawal dari desain sampai
dengan proses penyelesaian,” katanya.
Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi
mitra binaan untuk lebih aktif tidak saja mengembangkan pasar lokal juga pasar
internasional. Selain itu melalui pameran ICRA 2012 dapat menjadi forum promosi
dan informasi peran serta pembinaan dan kemitraan yang telah dilaksanakan dalam
kurun waktu yang cukup lama yang berkesinambungan. [H-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
KEN Pelajari Cara Korsel Lolos dari Middle-Income Trap
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
KEN Minta Industri Korea Tampung Lebih Banyak Tenaga Kerja Indonesia
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
