Harga Kedelai dan Daging Tak Stabil
Senin, 6 Agustus 2012 | 11:38
Harga daging di pasar naik [antara] [JAKARTA] Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan
sejumlah harga bahan pokok di Indonesia memasuki pekan ke tiga bulan
Ramadhan pada kondisi stabil, kecuali kedelai dan daging sapi.
"Harga barang kebutuhan pokok di pasar sekarang ini bagus, sangat
terjangkau. Tapi tentunya ada beberapa perkecualian seperti kedelai yang
tentunya di beberapa pekan terakhir meningkat," kata Gita usai membuka
pasar murah di Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, Senin.
Menurut Gita, kenaikan harga kedelai diakibatkan pasokan dari negara
produsen yang berkurang karena faktor cuaca di negara asal, Amerika
Serikat, yang mengganggu produksi pada beberapa waktu terakhir.
Gita menilai sejumlah Kementerian dan Lembaga terkait harus segera
mengambil sikap secepat mungkin dalam mencapai swasembada pangan pada
2014.
"Mungkin bisa makan waktu cukup lama, tapi kalau
semakin lebih bisa menjaga ketahanan pangan, maka semakin Indonesia bisa
jaga stabilitas harga," jelasnya.
Menurut Mendag,
ketersediaan bahan kebutuhan pokok terjamin hingga Hari Raya Idul Fitri
1433 Hijriah dengan syarat panen raya berhasil dengan baik, sehingga
stabilitas harga juga tidak terganggu.
Untuk harga daging sapi, Gita mengaku ada kenaikan dari sebelumnya Rp70.000 menjadi Rp75.000-Rp80.000 pada pekan ini.
Meski demikian, pasokan daging hingga lebaran tiba akan terpenuhi
mengingat pemerintah telah memutuskan impor 7.000 ton sapi.
"Harga daging saya rasa tidak akan terus melonjak karena kami akan terus
memantau dan pasokannya sejauh ini masih mencukupi," kata Gita.
Menurut dia, alokasi impor 7.000 ton sapi kepada asosiasi sudah
dilakukan namun realisasi pengiriman sapi tersebut masih belum
diketahui.
Sebelumnya, beberapa harga kebutuhan pokok
mengalami kenaikan akibat faktor kondisi memasuki bulan Ramadhan 1433
Hijriah dimana permintaan meningkat menyebabkan harga melambung.
Selain itu, penyebab lain kenaikan harga kebutuhan daging seperti
daging ayam dan sapi juga ikut melonjak karena adanya pengaruh
peningkatan harga pakan ternak impor serta perebutan bibit ayam sebagai
persiapan memenuhi permintaan di Hari Lebaran.
Untuk
kenaikan harga daging sapi, selain faktor pasok daging, penyebab lainnya
adalah karena permintaan daging sapi yang meninggi sampai lebaran tiba,
sehingga sejumlah pedagang memanfaatkan keadaan tersebut. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
KEN Minta Industri Korea Tampung Lebih Banyak Tenaga Kerja Indonesia
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
