SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Harga IPO Erajaya Rp 1.000-1.440 Per Saham
Jumat, 18 November 2011 | 9:27

Gedung Bursa Efek Indonesia [google] Gedung Bursa Efek Indonesia [google]

[JAKARTA] PT Erajaya Swasembada, perusahaan distribusi dan ritel produk dan jasa untuk perangkat komunikasi mobile dengan pangsa pasar 24% mengincar bisa memperoleh dana segar US$ 150-200 juta dari penawaran umum saham perdana (IPO). Perusahaan melepas sebanyak-banyaknya 1,32 miliar saham baru atau setara 40% dengan mematok harga Rp 1.000-1.440 per lembarnya dan nilai nominal Rp 500 per lembarnya.
 
Direktur Utama PT Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata menilai, harga yang dipatok itu sama dengan price earing ratio (PER) 7,7-10,6 kali. Sedangkan, secara industri sudah 11-12 kali. ”Prospeknya sangat bagus karena orang biasa punya 2-3 handphone dan suka ganti mengikuti tren,” imbuhnya di Jakarta, Kamis (17/11).
 
Presiden Direktur Erajaya Budiarto Halim mengatakan, pertumbuhan pangsa pasar seluler dan pengguna telepon seluler di Indonesia saat ini mendorong perseroan untuk meningkatkan ekspansi pasar. Sejak 2008 hingga akhir 2010, Erajaya mengumpulkan pendapatan 17% CAGR atau sekitar Rp 6,14 triliun. Selain itu, tercatat pula kenaikan pendapatan dan EBITDA perseroan masing-masing sebesar Rp 3,2 triliun dan Rp 164,2 miliar hingga 30 Juni 2011.

Adapun, dari dana IPO, perseroan akan mengalokasi 42% untuk pelunasan Promissory Notes yang telah diterbitkan dalam pembayaran akuisisi PT Teletama Artha Mandiri (TAM), 42% untuk modal kerja, dan sisanya 16% untuk ekspansi bisnis termasuk perluasan jaringan distribusi dan retail. Hingga Juni 2011 tercatat, pemilik Erafone ini mempunyai 70 pusat distribusi dan 236 outlet ritel.

Untuk mendukung IPO, Erajaya memiliki agenda roadshow ke beberapa negara Eropa seperti London, Inggris, kemudian Singapura dan Hong Kong di Asia, serta New York di Amerika Serikat yang akan dilaksanakan mulai pekan depan. Sementara, masa penawaran umum diagendakan 8-9 Desember 2011, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan 14 Desember 2011 mendatang.

Perseroan telah menunjuk Buana Capital  sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan joint bookrunners. Sementara Credit Suisse (Singapura) Ltd dan JP Morgan Securities Ltd bertindak sebagai global coordinators, join bookrunners, dan international selling agents.

Distributor resmi BlackBerry, Sony Ericssson, Samsung, Huawei dan Verena, serta Acer, Dell, dan LG di Indonesia inipun mengadakan program MESA (management employee stock allocation) di mana manajemen dan karyawan perseroan dapat berpartisipasi untuk memiliki saham perseroan dalam proses IPO ini. ”Untuk program MESA akan dilakukan lock-up untuk jangka waktu 12 bulan,” tambah Budiarto. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN