Genjot KPR, BTN Terima Repo KPR Rp 2 Triliun dari BCA
Rabu, 7 Desember 2011 | 17:00
Direktur Utama BTN Iqbal Latanro (kiri) tengah berbincang dengan nasabah BTN di sela-sela acara pembukaan Outlet BTN Prioritas Kelapa Gading Square, Jakarta, Sabtu (5/11). (Foto: SP/Lona Olavia)
[JAKARTA] PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyalurkan pinjaman dalam bentuk jual beli aset KPR bersyarat atau repo Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebesar Rp 2 triliun. Kredit dengan tenor dua tahun itu dinilai BTN sebagai opsi yang terbaik dalam upaya mencari dana. Adapun, dalam pinjaman ini, BCA mematok bunga kepada BTN sebesar 7,5% per tahun. Sedangkan, kupon BTN untuk obligasi 9,5% dan 8,5% per tahun untuk kupon KIK EBA.
Melalui kerja sama bilateral pinjaman beragun KPR ini, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengakui keduanya akan sama-sama diuntungkan. “BCA dan BTN bukanlah kompetitor. BTN punya average plafon Rp 70-80 juta dan BCA average-nya Rp 425 juta, ini beda. Dengan dana yang bisa disampaikan (Rp 2 triliun), ini bukan saja bermanfaat untuk masyarakat dan BTN, tapi BCA juga terbantu,” ujar Jahja dalam penandatanganan kerjasama bilateral beragun KPR antara BCA dan BTN di Jakarta, Rabu (7/12).
BCA merupakan bank dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) yang rendah. Per September 2011, BCA baru mencatatkan LDR di kisaran 58,3% atau masih dibawah ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 78%.
Sementara itu, Iqbal mengatakan, pinjaman dengan jangka waktu dua tahun ini tergolong sulit didapatkan di Indonesia apalagi dengan bunga yang rendah. “Pricing BCA cukup baik menurut kami, jadi menambahkan
keyakinan cost of fund akan berpengaruh dengan bunga yang lebih rendah akan terwujud,” katanya.
Dirinya pun mengungkapkan, dengan adanya tambahan dana ini, bukan berarti BTN akan merebut pangsa pasar dalam penyaluran KPR-nya BCA. ”Kerjasama ini dinilai sebagai hubungan dari bank yang mempunyai kelebihan likuiditas kepada bank yang punya potensi (KPR) growth lebih tinggi. Dengan kapasitas yang bertambah, bukan berarti mengambil pangsa pasar BCA yang ada. Setiap ketemu investor pasti saya ditanyakan apakah akan jadi kompetitor? Saya jawab tidak karena BCA menyasar menengah ke atas dan BTN ke menengah ke bawah. Jadi, kalau
kami bergabung ada kekuatan yang yang luar biasa tak terhingga,” ungkap Iqbal.
Tambah dia, dengan pinjaman Rp 2 triliun, bank pelat merah itu bisa menyalurkan tambahan KPR kepada 70.000 debitur. Adapun, pada tahun ini diharapkan BTN dapat menyalurkan KPR kepada 140.000 debitur. “Program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) 99% kami biayai, jadi ekspansi kredit untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Kalau terima Rp 2 triliun, jadi bisa berikan kredit 70.000 debitur BTN yang berpotensi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pinjaman dengan pola ini menurutnya telah masuk dalam rencana bisnis perseroan sejak tahun 2008. Di mana, diharaplan melalui transaksi ini tercipta satu mekanisme untuk mengatasi masalah maturity mistmach dalam pembiayaan KPR.
Selain dengan BCA, sebelumnya Bank BTN telah melakukan repo KPR kepada PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) pada awal Juni 2011 dengan nilai Rp 500 miliar dengan jangka waktu tiga tahun. Hal yang sama juga
telah dilakukan Bank BTN bersama Bank Mutiara Tbk dengan nilai transaksi sebesar Rp 150 miliar dengan jangka dua tahun. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Multipolar Technology Tawarkan 20 % Saham ke Publik
Kadin Minta Bank Tidak Gegabah Naikkan Bunga Kredit UKM
Muhaimin: BBM Naik, Tak Boleh Ada PHK Massal
Peserta Indonesia Belum Terdaftar di AOTE
Danamon Klaim Sinergi DBS Dukung Perbankan Nasional
IHSG Perlihatkan Tren ‘Bullish’
Pekerja Rumah Tangga Juga Bisa Ikut Program Jamsostek
Danamon Bidik Pangsa Pasar UKM
Mentan: Jelang Ramadhan, Harga Daging Normal
Panasonic Raih Peringkat ke-4 Brand Internasional Ramah Lingkungan
