SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip

Emas Melejit, Inflasi Bulan Puasa 0,93%
Senin, 5 September 2011 | 11:19

Rusman Heriawan [SP/Lona Olavia] Rusman Heriawan [SP/Lona Olavia]

[JAKARTA] Inflasi sepanjang puasa pada  Agustus lalu tercatat sebesar 0,93%. Kontribusi terbesar dari inflasi ini bukanlah dipicu oleh harga barang pokok yang menguat harganya melainkan karena emas perhiasan.

”Ada yang luput dari biasanya tidak memberikan kontribusi besar untuk inflasi, yang terbesar di Agustus emas perhiasan, sumbang 0,19% itu kontributor terbesar untuk inflasi bukan barang pokok. Harga emas naik tinggi pada bulan Agustus dibanding Juni naik 9,1%. Sepanjang tahun ini secara pasti meningkat harganya, 1600 US$ per troy ounce per Agustus,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/9).

Selain emas, kontribusi terbesat terhadap inflasi yakni biaya pendidikan. Pasalnya, Agustus masih dalam suasana ajaran baru. Jadi, totalnya antara sekolah dasar hingga sekolah menengah atas kontribusinya terhadap inflasi sebesar 0,12%. Sementara, beras menyumbang inflasi 0,09%, angkutan udara 0,08%, ikan segar terutama ikan laut, cabai 0,04%, daging sapi 0,03%, ayam 0,02%, dan rokok filter 0,01%.

Sedangkan komoditas yang menyumbang deflasi adalah bawang merah 0,11% terhadap penurunan inflasi, bawang putih 0,07%, dan telur ayam ras 0,02%.

Adapun, dari 66 kota, sambung Rusman, seluruhnya mengalami inflasi. Yang tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 3,35% dan Kendari (2,29%). Sementara yang terendah terjadi di Denpasar dengan persentase 0,02%.

Meskipun angka inflasi kemarin cukup tinggi, Rusman mengatakan dalam hal distribusi barang, Agustus tahun ini lebih baik dibandingkan bulan Ramadhan tahun lalu. ”Pemerintah dan konsumen berharap bahan pokok harganya bisa dikendalikan, supply dan distribusi terjamin. Itu lebih baik keadaan di Agustus ini dibandingkan euforia Lebaran tahun lalu,” katanya. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN