DPR Siap Pilih Komisioner OJK
Jumat, 27 April 2012 | 8:39
[google] [JAKARTA] Komisi XI DPR RI akan segera
melakukan rapat internal setelah reses untuk membahas dan menyusun mekanisme
pemilihan anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Ini isu yang cukup menarik. Karena ada 14
orang yang sudah diusulkan pemerintah ke DPR. Orang-orangnya kebanyakan dari BI
(Bank Indonesia) dan Bank Mandiri. Mereka dianggap perkoncoan Menteri Keuangan,
Agus Martowardojo," kata Wakil Ketua Komisi XI, Aqsanul Qosasih, di
Jakarta, Kamis (26/4).
Diakui, persoalan calon anggota OJK, memang
menimbulkan sejumlah pertanyaan di publik. Kesannya, orang-orang yang terpilih
itu hanya berasal dari BI dan Bank Mandiri. "Memang mereka yang mengerti
soal keuangan," ucap politisi Partai Demokrat ini.
Karena itu, lanjut Aqsanul, Komisi XI akan
memanggil panitia seleksi (pansel) terlebih dulu untuk menanyakan soal
pemilihan calon tersebut.
Dengan demikian, bisa diketahui, apakah pansel telah
menjalankan tugas melalui mekanisme sesuai dengan undang-undang atau tidak.
"Kita akan tanya rekrutmennya seperti apa.
Kita juga akan tanya PPATK, BIN dan ICW untuk rekam jejak calon anggota
OJK," imbuh Aqsanul.
Menurut Aqsanul, dalam surat yang disampaikan
presiden ke DPR terkait calon anggota OJK, ada dua nama yang sudah ditandai
sebagai Ketua OJK. Mereka adalah Muliaman Hadad dan Achyar Ilyas. "Ini
dulu yang dipilih. Yang kalah bisa bertarung jadi anggota," jelasnya.
Dikatakan, pemilihan anggota OJK itu oleh
presiden dilakukan secara paket. Tetapi, itu baru sekadar usulan. Sebab,
menurut Aqsanul bisa saja Komisi XI berbeda dengan usulan presiden.
"Apalagi dalam UU, pembidangan dalam OJK ditentukan oleh Dewan Komisioner
yang terpilih," tandasnya. [CKP/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
BBM Naik, Batal Beli Mobil Baru, Warga Incar yang Bekas
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
KEN Pelajari Cara Korsel Lolos dari Middle-Income Trap
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
