SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Digelar Kompetisi Desain Furnitur Rotan Bambu
Kamis, 26 Juli 2012 | 10:09

Peluncuran dua kompetisi Desain logo dan Tagline serta Desain Furnitur Rotan Bambu 2012. [istimewa]
 
Peluncuran dua kompetisi Desain logo dan Tagline serta Desain Furnitur Rotan Bambu 2012. [istimewa]

  [JAKARTA] Guna mendukung pengembangan produk kerajinan rotan dan bambu Kementerian Perdagangan meluncurkan dua kompetisi Desain logo dan Tagline serta Desain Furnitur Rotan Bambu 2012.  

Hal ini untuk mendorong industialisasi rotan dan bambu, agar komoditi rotan dan bambu bisa diterima konsumen. Diyakini produk kerajinan rotan dan bambu bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.  

"Kompetisi ini langkah awal mendukung industrialisasi rotan dan bambu Indonesia, sekaligus sebagai upaya ciptakan creativepreneur baru di bidang desain," ujar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami di Jakarta, Rabu (25/7).  

Nantinya, akan diambil sepuluh pemenang utama pada tiap kompetisi untuk dipertandingkan lagi pada Grand Final Kompetisi di Jakarta, serta pemilihan pemenang terfavorit melalui polling di website dan Facebook. Dua pemenang utama desain furnitur diberi hadiah sebesar Rp 25 juta dan pemenang utama desain logo tagline sebesar Rp 15 juta.  

Khusus sepuluh pemenang utama pada kategori kompetisi desain furnitur rotan dan furnitur bambu akan diudang untuk mengikuti workshop di Bandung. Mereka pun akan diberi modal sebesar Rp 2 juta per orang (ada 20 orang) untuk membuat prototype dari desain mereka. Selain itu mereka pun mendapat kesempatan melakukan studi banding ke Jepang.  

Sementara untuk kompetisi desain logo dan tagline, diharapkan dapat tercipta strategi Nation Branding dalam mengampanyekan produk rotan dan bambu Indonesia. "Desain-desain inilah yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar dalam dan luar negeri. Terutama, para pengusaha mau memanfaatkan hasil karya desainer lokal yang tidak kalah dengan desainer luar pada produk furnitur rotan bambu mereka," kata Gusmari.  

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Moch Reffrajaya turut mengapresiasi upaya Kemendag pada kompetisi tersebut.   "Hal ini sesuai dengan program pemerintah bahwa produk-produk lokal harus digunakan dan diproyekan di negara sendiri," jelas dia.   Untuk informasi lanjut mengenai kompetisi tersebut, dapat berkunjung pada laman situs: www.kompetisisidesainrotandanbambu.com, Facebook: Rotan dan Bambu, Twitter: rotandanbambu.  

"Diharapakan juga, mungkin ada target peningkatan lima-enam kali lipat produksi furnitur rotan dan bambu dari yang ada sekarang ini. Seperti yang ada di Filipina, yakni Filipina Design Week yang diadakan dua kali dalam setahun," kata dia.   

Produk furnitur dari kerajinan bambu dan rotan ternyata bukan hanya dinikmati dari dalam negeri dan negara Asia saja. Negara maju seperti Amerika Serikat pun menyukai mebel tersebut untuk menghiasi interior di apartemen atau rumah mereka. Demikian Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Gusmardi Bustami pada launching kompetisi desain furnitur rotan dan bambu di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (25/7/2012).  

"Kalau di negara-negara maju seperti Amerika, lebih senang mengganti perabotan mebel mereka yang ada di ruangan rumah dengan yang terbuat dari bambu ataupun rotan," kata Gusmardi.  

Ia mengatakan, perabotan mebel dari rotan ataupun bambu lebih ringan, efisien, tidak makan tempat, dan ramah lingkungan bila dibandingkan dengan terbuat dari kayu. Selain itu, ada kesan traditional style, antique tyle, modern style dan contemporary style yang merupakan perpaduan gaya antara tradisional dan modern. [PR/H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN