Digelar Kompetisi Desain Furnitur Rotan Bambu
Kamis, 26 Juli 2012 | 10:09
Peluncuran dua kompetisi Desain logo dan Tagline serta Desain Furnitur Rotan Bambu 2012. [istimewa]
[JAKARTA]
Guna mendukung pengembangan produk kerajinan rotan dan bambu Kementerian
Perdagangan meluncurkan dua kompetisi Desain logo dan Tagline serta Desain
Furnitur Rotan Bambu 2012.
Hal
ini untuk mendorong industialisasi rotan dan bambu, agar komoditi rotan dan
bambu bisa diterima konsumen. Diyakini produk kerajinan rotan dan bambu
bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.
"Kompetisi
ini langkah awal mendukung industrialisasi rotan dan bambu Indonesia, sekaligus
sebagai upaya ciptakan creativepreneur baru di bidang desain," ujar Dirjen
Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami di Jakarta, Rabu (25/7).
Nantinya,
akan diambil sepuluh pemenang utama pada tiap kompetisi untuk dipertandingkan
lagi pada Grand Final Kompetisi di Jakarta, serta pemilihan pemenang terfavorit
melalui polling di website dan Facebook. Dua pemenang utama desain furnitur
diberi hadiah sebesar Rp 25 juta dan pemenang utama desain logo tagline sebesar
Rp 15 juta.
Khusus
sepuluh pemenang utama pada kategori kompetisi desain furnitur rotan dan
furnitur bambu akan diudang untuk mengikuti workshop di Bandung. Mereka pun
akan diberi modal sebesar Rp 2 juta per orang (ada 20 orang) untuk membuat
prototype dari desain mereka. Selain itu mereka pun mendapat kesempatan
melakukan studi banding ke Jepang.
Sementara
untuk kompetisi desain logo dan tagline, diharapkan dapat tercipta strategi
Nation Branding dalam mengampanyekan produk rotan dan bambu Indonesia. "Desain-desain
inilah yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar dalam dan luar
negeri. Terutama, para pengusaha mau memanfaatkan hasil karya desainer lokal
yang tidak kalah dengan desainer luar pada produk furnitur rotan bambu mereka,"
kata Gusmari.
Sementara
itu, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Moch Reffrajaya
turut mengapresiasi upaya Kemendag pada kompetisi tersebut.
"Hal
ini sesuai dengan program pemerintah bahwa produk-produk lokal harus digunakan
dan diproyekan di negara sendiri," jelas dia.
Untuk
informasi lanjut mengenai kompetisi tersebut, dapat berkunjung pada laman
situs: www.kompetisisidesainrotandanbambu.com, Facebook: Rotan dan
Bambu, Twitter: rotandanbambu.
"Diharapakan
juga, mungkin ada target peningkatan lima-enam kali lipat produksi furnitur
rotan dan bambu dari yang ada sekarang ini. Seperti yang ada di Filipina, yakni
Filipina Design Week yang diadakan dua kali dalam setahun," kata
dia.
Produk
furnitur dari kerajinan bambu dan rotan ternyata bukan hanya dinikmati dari
dalam negeri dan negara Asia saja. Negara maju seperti Amerika Serikat pun
menyukai mebel tersebut untuk menghiasi interior di apartemen atau rumah
mereka. Demikian Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI
Gusmardi Bustami pada launching kompetisi desain furnitur rotan dan bambu di
kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
"Kalau
di negara-negara maju seperti Amerika, lebih senang mengganti perabotan mebel
mereka yang ada di ruangan rumah dengan yang terbuat dari bambu ataupun
rotan," kata Gusmardi.
Ia mengatakan, perabotan mebel dari rotan ataupun
bambu lebih ringan, efisien, tidak makan tempat, dan ramah lingkungan bila
dibandingkan dengan terbuat dari kayu. Selain itu, ada kesan traditional style,
antique tyle, modern style dan contemporary style yang merupakan perpaduan gaya
antara tradisional dan modern. [PR/H-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
