Dermaga II Belum Beroperasi Timbulkan Antrean Panjang di Merak
Selasa, 10 Juli 2012 | 14:52
Menteri BUMN, Dahlan Iskan (Foto: SP/Ruht Semiono) [JAKARTA] Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan antrean
panjang arus kendaraan di penyeberangan Selat Sunda disebabkan Dermaga II
Pelabuhan Merak belum dapat dioperasikan akibat pengerjaannya kendala teknis.
"Penyelesaian Dermaga II tidak sesuai dengan 'planning'. Pengerjaannya
terkendala teknis," kata Dahlan saat ditemui setelah rapat pimpinan di RS
Pelni, Jakarta, Selasa.
Dahlan mengungkapkan Dermaga II tidak dapat didirikan karena terbentur benda
keras di dalam tanah. Kendati demikian, pengerjaan penyelesaian Dermaga II
tetap dilaksanakan.
"Kami berharap sebelum Lebaran nanti, dermaga ini sudah bisa beroperasi
sehingga bisa meminimalisasi antrean penyeberangan," ungkapnya.
Dahlan mengakui kemacetan penyeberangan dari Merak-Bakauheni sudah dapat
diatasi dengan baik oleh PT ASDP Indonesia Ferry Persero. Kemacetan ini
bertepatan dengan adanya liburan sekolah.
"Sekarang, antrean tidak separah yang dulu. Ini kan karena ada liburan
sekolah saja," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan ASDP Christine Hutabarat mengungkapkan
data produksi angkutan sejak 24 jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB pada Senin
(9/7) menunjukkan jumlah penumpang sebanyak 7.647 orang, kendaraan roda empat
sebanyak 2.849 unit, bus sebanyak 371 unit dan kendaraan truk sebanyak 3.246
unit.
Untuk mengatasi kepadatan di Pelabuhan Merak dan terus berupaya agar tetap
konsisten, salah satunya dengan menambah dua unit kapal ro-ro bantuan milik PT
ASDP Indonesia Ferry (Persero) di lintasan Merak-Bakauheni, yaitu KMP Roditha
dari lintasan Lembar-Padangbai dan KMP Kalibodri dari lintasan Semarang-Kumai.
Jumlah kapal yang beroperasi minimal 28 kapal dan dapat beroperasi secara
konsisten hingga empat trip per hari per kapal.
"Langkah-langkah tersebut sudah kami lakukan sejak kemarin dan mulai
menampakkan hasil. Kepadatan saat ini hanya 1 kilometer dari Pelabuhan Merak.
Arus penyeberangan truk perlahan terurai," ujar Christine. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
KEN Minta Industri Korea Tampung Lebih Banyak Tenaga Kerja Indonesia
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
