Dahlan: BUMN Tak Miliki Tiga Kekuatan Bakal Dihapus
Rabu, 18 April 2012 | 12:39
Dahlan Iskan [antara] [JAKARTA] Menteri BUMN Dahlan Iskan
berencana menghilangkan BUMN yang tidak memiliki tiga unsur kekuatan, yaitu
mempertahankan eksistensi negara, memiliki mesin pertumbuhan dan menjadi
pemimpin di Asia Tenggara.
"Nah, BUMN-BUMN yang tidak memiliki kaitannya dengan tiga unsur tersebut
harus saya tiadakan," kata Dahlan dalam acara BUMN Breakfast Meeting di
kantor pusat Antam, Jakarta, Rabu (18/4).
Dahlan mengakui pihaknya tengah merumuskan tiga unsur yang harus dimiliki oleh
BUMN. Pertama, BUMN wajib mempertahankan eksistensi negara. Hal ini berkaitan
dengan BUMN strategis, misalnya bidang persenjataan seperti PT Pindad Persero
dan BUMN energi seperti PT Pertamina Persero dan PT PLN Persero.
"Kalau kita tidak dibekali dengan senjata dan energi, maka negara akan
hancur," tutur Dahlan.
Ke dua, menurut Dahlan, BUMN harus memiliki mesin pertumbuhan (engine of
growth) seperti BUMN pangan, contohnya PT Sang Hyang Seri dan Perum Bulog.
Ia berkeinginan membesarkan BUMN pangan, salah satu caranya dengan membentuk
induk perusahaan (holding) atau penggabungan BUMN pangan tersebut.
"Intinya, pangan harus menjadi perhatian utama BUMN sebab bila tidak ada
pangan maka negara akan kacau," imbuhnya.
Selain itu, BUMN infrastruktur diperlukan agar dapat menjadi mesin penggerak
perekonomian. Ia mencontohkan BUMN pelabuhan, bila tidak ada konektivitas, maka
perekonomian suatu negara tidak dapat bertumbuh.
Syarat ketiga, yaitu BUMN harus menjadi pemimpin negara di Asia Tenggara. Hal
ini didasari karena Indonesia sering disepelekan oleh negara lain. Padahal
Indonesia adalah negara yang besar dan terdiri atas pulau-pulau. Artinya,
Indonesia harus memiliki BUMN yang dapat tampil di muka internasional.
"Untuk itu, harus ada sejumlah BUMN yang menjadi pemimpin di
internasional, minimal di Asia Tenggara," imbuhnya.
Oleh karena itu, Dahlan berencana memilah-milah BUMN yang memiliki minimal tiga
unsur tersebut. Ia berjanji akan menghilangkan BUMN dengan cara merger dengan
BUMN sejenis. Hal ini sejalan dengan program restrukturisasi Kementerian BUMN.
"Program ini tidak ada yang berubah. Intinya, bagaimana kita bisa
menyederhanakan BUMN kita. Itu saja," ucap Dahlan. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Danamon Klaim Sinergi DBS Dukung Perbankan Nasional
Peserta Indonesia Belum Terdaftar di AOTE
IHSG Perlihatkan Tren ‘Bullish’
Pekerja Rumah Tangga Juga Bisa Ikut Program Jamsostek
Danamon Bidik Pangsa Pasar UKM
Panasonic Raih Peringkat ke-4 Brand Internasional Ramah Lingkungan
Mentan: Jelang Ramadhan, Harga Daging Normal
