SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

Kematian Duduh Bachtiar

BNP2TKI Tunggu Izin Keluarga untuk Otopsi
Jumat, 23 September 2011 | 8:26

Logo BNP2TKI. [Dok.SP] Logo BNP2TKI. [Dok.SP]

[JAKARTA] Kasus kematian TKI, Duduh Bachtiar Bin Nachrowi (39) di Dammam, Riyadh, Arab Saudi pada 20 Agustus 2011 kini dalam penanganan Konsulat Jenderal RI di Jeddah menunggu proses otopsi di Rumah Sakit Dammam, sehingga bisa diketahui persis sebab kematiannya.

Deputi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Bidang Perlindungan, Lisna Yoeliana Poeloengan, di Jakarta, Kamis (22/9), mengatakan, KJRI memerlukan izin tertulis pihak keluarga. Izin keluarga utamanya orangtua Duduh di Indonesia, kata Lisna, diperlukan guna proses pemulangan jenazah Duduh ke daerah asalnya di Desa Selajambe Rt 09/04, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat.
 
Dikatakan, BNP2TKI telah meminta perusahaan yang memberangkatkan Duduh yakni PT Bantal Perkasa Sejahtera, Jakarta pada Rabu (21/9), agar menyelesaikan pengurusan dokumen kematian Duduh, mengupayakan izin otopsi bagi almarhum Duduh, serta adanya izin kedua orangtua Duduh untuk bisa memproses pemulangan jenazahnya ke tanah air melalui KJRI Jeddah.

Sedangkan mengenai hak-hak Duduh, Lisna mengaku pihak perusahaan berjanji mengurusnya sampai tuntas. ”Kalau soal gaji tidak ada masalah, tinggal klaim asuransi kematian dan biaya pemulangan, termasuk untuk mengurus pemakaman,” jelas Lisna.

Lisna menambahkan, almarhum Duduh berhak mendapatkan santunan maksimal sebesar Rp 55 juta sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tentang asuransi TKI No 07/Men/2010.

Duduh diberangkatkan ke Arab Saudi pada 10 Maret 2011 sebagai supir bersama istrinya, Lia Rosalina Binti Uwen Choiruddin yang menjadi TKI Penata Laksana Rumah Tangga. Keduanya bekerja di majikan yang sama yaitu keluarga Abdul Azis Abdul Karim Al Syay’i di Kota Dammam.
 
Setelah dua bulan menjadi supir, Duduh dipindah ke rumah makan Al Seef milik tetangga majikannya. Pemindahan tersebut dengan alasan Duduh kurang terampil sebagai supir. Duduh pun memperoleh gaji 1.000 Real Saudi per bulan masih sebagai supir.

Kematian Duduh ditemukan di tepi pantai Qathif, Dammam pada 20 Agustus 2011 sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Berdasarkan pemeriksaan awal atau forensik di rumah sakit, bagian tubuh Duduh memperlihatkan berbagai goresan serta luka memar. ”Beberapa saat sebelum kematiannya, almarhum pergi ke rumahsakit untuk berobat, karena sering mengalami sakit pusing dan bahkan sempat dua kali pingsan. Hal ini diceritakan istrinya kepada petugas penjaga pantai yang juga dilaporkan KJRI ke BNP2TKI,” ujar Lisna. [E-8]
 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»