BNP2TKI Terima Kedatangan 29 TKI Asal Suriah Gelombang ke-12
Selasa, 19 Juni 2012 | 17:03
Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat. [Dok.SP]
[JAKARTA] Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Indonesia (BNP2TKI), Senin (18/6) petang di Bandara Soekarno-Hatta,
Tangerang, Banten menerima kedatangan 29 TKI Penata Laksana Rumah Tangga
(PLRT) asal Suriah, yang diterbangkan pesawat Lufthansa LH 790 dari
Damaskus, Suriah pada Minggu malam waktu setempat.
Para TKI itu setelah didata permasalahannya oleh petugas BNP2TKI
langsung dipulangkan ke masing-masing daerahnya dengan anggaran BNP2TKI.
Menurut Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, Selasa (19/6) di Jakarta,
29 TKI itu merupakan bagian dari 144 TKI yang berada di penampungan
KBRI Damaskus, sehingga kini tersisa 115 TKI di lokasi penampungan
tersebut. “Ini merupakan pemulangan gelombang ke 12 sejak Februari-Juni
2012 yang dilakukan Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI, dengan jumlah
seluruhnya 269 TKI/WNI. Namun demikian, pemerintah akan terus
mengupayakan penyelamatan para TKI/WNI khususnya yang terjebak di lima
wilayah konflik bersenjata yaitu Homs, Hama, Daraa, Idlib, Alifa, serta
Atakin,” jelas Jumhur.
Jumhur mengatakan, KBRI membuka posko darurat di wilayah utama
konflik guna pengavakuasian TKI/WNI, bekerjasama penduduk lokal dan
dibantu belasan pasukan TNI yang menjadi ‘observer’ perdamaian
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk negara yang dilanda peperangan
saudara itu. “Karena itu, pemulangan para TKI/WNI akan terus dilakukan
tahap demi tahap,” tegasnya.
Ditambahkan, kedatangan sebelumnya hingga tahap ke 11 pada 11 Juni
2012, sebanyak 240 TKI/WNI juga telah dibantu proses pemulangannya ke
daerah asal seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa
Tenggara Barat, Lampung, dan Sulawesi Selatan.
Termasuk, kata Jumhur, satu jenazah bernama Rasminah Binti Cartim
asal Dusun Cikalong Girang Rt 22/12, Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya
Wetan, Karawang, Jawa Barat.
Sementara untuk kepulangan gelombang ke 12 kali ini, terdapat satu
TKI korban penyiksaan majikan yaitu Misti Binti Mairoh (34) beralamat
Desa Sukamulya Rt 03/02, Kecamaean Tukdana, Indramayu, Jawa Barat. Misti
mengalami trauma kejiwaan berikut bekas luka pada bagian tubuh
belakang, dan telah dirujuk untuk perawatan di Rumahsakit Polri, Kramat
Jati, Jakarta Timur dengan tanggungan BNP2TKI.
Misti yang diberangkatkan ke Suriah oleh perusahaan pengerah jasa
TKI, PT Delta Rona Adiguna pada 5 Agustus 2011, bekerja dengan keluarga
Abu Nizan di kota Maje, Damaskus. Akibat perbuatannya, sang majikan
Misti itu pun ditahan di penjara polisi Damaskus.
Terkait jumlah gelombang pemulangan ke 12, Jumhur menyebutkan di
luar Misti Binti Mairoh, sejumlah 21 TKI berasal Jawa Barat, yakni
Kabupaten Bandung (2), Indramayu (7), Karawang (3), Subang (1), Cianjur
(1), Cirebon (2), Bekasi (1), Purwakarta (2), dan Majalengka (2).
Sisanya, 8 orang TKI meliputi asal Serang, Banten (1), Jawa Tengah
yaitu Brebes (2) dan Cilacap (1), Lampung Timur (1), Surabaya, Jawa
Timur (1), serta Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (2).
Berdasarkan data Pusat Penelitian dan Pengembangan Informasi
(Puslitfo) BNP2TKI, total penempatan TKI di Suriah mencapai 11.760
orang. Sebagian besar atau 11.559 merupakan TKI PLRT dan 201 terdiri TKI
sektor formal yang bekerja di pengguna berbadan hukum atau perusahaan.
”Pemerintah juga memberlakukan kebijakan penghentikan sementara
(moratorium) penempatan TKI ke Suriah sejak 9 Agustus 2011, akibat
rawannya perlindungan TKI di negara itu” ujar Jumhur. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
