SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Belilah Obligasi pada 2012
Senin, 28 November 2011 | 15:41

Logo baru Trimegah Securities (Foto: SP/Lona Olavia) Logo baru Trimegah Securities (Foto: SP/Lona Olavia)

[JAKARTA] Meski diwarnai krisis Eropa, tahun 2012 dinilai merupakan momentum yang tepat bagi investor lokal untuk membeli obligasi yang dijual oleh investor asing. Pasalnya, pada tahun depan pasar obligasi Indonesia rawan dengan capital outflow. Di sisi lain, dengan dominasi investor asing yang tinggi pada obligasi Indonesia, akan menyebabkan penurunan harga obligasi dan peningkatan imbal hasil (yield).

"Investor lokal dapat memanfaatkan momentum ini dengan mulai membeli obligasi yang dijual oleh investor asing untuk menikmati yield yang tinggi. Volatilitas di pasar obligasi merupakan opportunity bagi investor lokal untuk kembali masuk ke obligasi yang sudah undervalued akibat aksi jual investor asing," ujar Head of Debt Capital Market PT Trimegah Securities Tbk Herdi Ranuwibowo di Trimegah Investor Forum, Jakarta, Senin (28/11).

Dikatakannya, jika terjadi capital inflow ke Surat Utang Negara (SUN), yield SUN akan menurun. Tapi, tidak begitu dengan yield obligasi korporasi (terjadi lagging). Adapun, saat ini yield obligasi korporasi masih sangat menarik dibandingkan SUN.

Tambah Herdi, dengan keyakinan sovereign rating Indonesia naik menjadi investment grade di 2012, maka investor asing tidak hanya akan memburu SUN tapi juga obligasi korporasi sehingga berdampak pada penuruna yield-nya juga. "Oleh karena itu, bagi investor dengan horizon investasi yang panjang, Trimegah menganjurkan untuk mengoleksi obligasi korporasi dengan rating baik," ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya SUN atau obligasi, Direktur Trimegah Asset Management Karman Pamurahardjo menyatakan, peluang obligasi tahun depan akan banyak terfokus pada sektor multifinance dan perbankan.

Sektor multifinance dan perbankan nantinya akan terfokus lagi ke kredit konsumer. "Mereka lari ke konsumer, kita tahu akan banyak ke konsumer, properti merupakan area yang sulit untuk obligasi, karena mereka pinjam ke bank relatif lebih mudah, biasanya mereka untuk founding kecil di awal ketika jualan gambar, itu mereka bisa dapat dana, bond belum bisa dilirik oleh mereka," katanya. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN