Bangun Rumah untuk Rakyat, PT SMF Sudah Mou dengan 10 BPD
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:54
Ilustrasi rumah sederhana. [google] [JAKARTA] PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT
SMF sedang giat mendekati semua Bank
Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia, agar semua BPD yang dimaksud
bekerjasama dengan SMF untuk membangun rumah murah bagi rakyat.
Presiden Direktur PT SMF, Raharjo Adisusanto, dalam acara
diskusi dengan jajaran Redaksi SP di Jakarta, Kamis (24/5), mengatakan,
pihaknya telah melakukan penandatanganan MoU dengan 10 BPD, di antaranya adalah
BPD DKI, BPD Riau.
“Tujuan kita juga agar BPD ini bisa membangun rumah untuk
rakyat. Janganlah dana menjadi kendala. Ada SMF,” kata dia.
Raharjo mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan
pendekatan dengan sejumlah BPD termasuk Bank-Bank besar.
Sampai saat ini, kata
dia, Bank yang bekerjasama dengan SMF dalam arti mengajukan sekuritisasi dengan
SMF masih hanya Bank Tabungan Negara (BTN).
“Dalam waktu dekat ada dua Bank besar yang akan mengajukan
sekuritisasi ke SMF,” kata dia, tanpa mau menyebut nama Bank yang
dimaksud.
Ia mengatakan, misi PT SMF adalah membangun dan
mengembangkan pasar pembiayaan sekundar perumahan, yang dapat meningkatkan
tersedianya sumber dana jangka menengah dan panjang dari pasar modal untuk
sector perumahan.
PT SMF, kata dia, mempunyai sejumlah kegiatan usaha yakni
pertama, program sekuritisasi yakni memfasilitasi transaksi sekuritisasi atas
tagihan KPR milik penyalur KPR.
Kedua, program pembiayaan yakni menyediakan fasilitas
pembiayaan dari sumber dana menengah/jangka panjang pasar modal untuk lembaga
penyalur KPR.
Ketiga, program penjaminan yakni memberikan jaminan terhadap
surat utang/efek beragun asset KPR yang diterbitkan.
Keempat, program pendukung yakni penyediaan pedoman dan
standar dokumen KPR, program pendidikan dan pelatihan serta sosialisasi.
Raharja mengatakan, PT SMF mempunyai target untuk tahun 2012
yakni sekuritisasi mencapai Rp 1 triliun, sementara tahun 2011 sekuritisasi
Cuma mencapai Rp 703 miliar. Jadi mengalami kenaikkan 42 persen.
Penyaluran pinjaman untuk tahun 2012 ditargetkan Rp 2 triliun, sementara untuk tahun 2011 Cuma
mencapai Rp 1,254 miliar. Kenaikannya ditargetkan 59 persen.
Total aliran dana tahun 2012 ini ditargetkan mencapai Rp 3
triliun.
Sementara tahun 2011 Cuma Rp 1,957 miliar. Naik 53 persen. Penerbitan
surat utang tahun 2012 ditargetkan Rp 2,550 triliun, sementara tahun 2011
penerbitan surat utang Cuma 1,518 miliar.
Jadi diprediksikan naik 68 persen. Laba bersih tahun
2012 ditargetkan mencapai Rp 127 triliun, sementara tahun 2011 Cuma Rp 80
miliar. Naik 63 persen. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
