SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Bangun Rumah untuk Rakyat, PT SMF Sudah Mou dengan 10 BPD
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:54

Ilustrasi rumah sederhana. [google] Ilustrasi rumah sederhana. [google]

[JAKARTA] PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF  sedang giat mendekati semua Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia, agar semua BPD yang dimaksud bekerjasama dengan SMF untuk membangun rumah murah bagi rakyat. 

Presiden Direktur PT SMF, Raharjo Adisusanto, dalam acara diskusi dengan jajaran Redaksi SP di Jakarta, Kamis (24/5), mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan MoU dengan 10 BPD, di antaranya adalah BPD DKI, BPD Riau.

“Tujuan kita juga agar BPD ini bisa membangun rumah untuk rakyat. Janganlah dana menjadi kendala. Ada SMF,” kata dia. 

Raharjo mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pendekatan dengan sejumlah BPD termasuk Bank-Bank besar.

Sampai saat ini, kata dia, Bank yang bekerjasama dengan SMF dalam arti mengajukan sekuritisasi dengan SMF masih hanya Bank Tabungan Negara (BTN).

“Dalam waktu dekat ada dua Bank besar yang akan mengajukan sekuritisasi ke SMF,” kata dia, tanpa mau menyebut nama Bank yang dimaksud. 

Ia mengatakan, misi PT SMF adalah membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekundar perumahan, yang dapat meningkatkan tersedianya sumber dana jangka menengah dan panjang dari pasar modal untuk sector perumahan. 

PT SMF, kata dia, mempunyai sejumlah kegiatan usaha yakni pertama, program sekuritisasi yakni memfasilitasi transaksi sekuritisasi atas tagihan KPR milik penyalur KPR.

Kedua, program pembiayaan yakni menyediakan fasilitas pembiayaan dari sumber dana menengah/jangka panjang pasar modal untuk lembaga penyalur KPR.

Ketiga, program penjaminan yakni memberikan jaminan terhadap surat utang/efek beragun asset KPR yang diterbitkan.

Keempat, program pendukung yakni penyediaan pedoman dan standar dokumen KPR, program pendidikan dan pelatihan serta sosialisasi. 

Raharja mengatakan, PT SMF mempunyai target untuk tahun 2012 yakni sekuritisasi mencapai Rp 1 triliun, sementara tahun 2011 sekuritisasi Cuma mencapai Rp 703 miliar. Jadi mengalami kenaikkan 42 persen. 

Penyaluran pinjaman untuk tahun 2012 ditargetkan  Rp 2 triliun, sementara untuk tahun 2011 Cuma mencapai Rp 1,254 miliar. Kenaikannya ditargetkan 59 persen.  Total aliran dana tahun 2012 ini ditargetkan mencapai Rp 3 triliun.

Sementara tahun 2011 Cuma Rp 1,957 miliar. Naik 53 persen. Penerbitan surat utang tahun 2012 ditargetkan Rp 2,550 triliun, sementara tahun 2011 penerbitan surat utang Cuma 1,518 miliar.

Jadi diprediksikan naik 68 persen. Laba bersih tahun 2012 ditargetkan mencapai Rp 127 triliun, sementara tahun 2011 Cuma Rp 80 miliar. Naik 63 persen.  [E-8]     




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN