SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 September 2014
Pencarian Arsip

Adira Terbitkan Obligasi Rp 6 Triliiun
Kamis, 22 September 2011 | 13:39

Ilsutrasi Ilsutrasi

[JAKARTA] PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk akan menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran obligasi berkelanjutan sebesar Rp 6 triliun. Adapun, nilai itu akan dipecah menjadi beberapa tahapan.

Direktur Keuangan Adira I Made Susila menjelaskan, perseroan akan menerbitkan obligasi tahap pertama senilai Rp 1,5-2 triliun pada akhir tahun 2011. Untuk itu, perusahaan akan memakai laporan keuangan Juni untuk penerbitan obligasi tersebut.

"Kita memanfaatkan peraturan Bapepam-LK baru terkait penerbitan obligasi dengan mekanisme obligasi berkelanjutan. Peraturan ini langkah yang baik agar kita masuk dengan tepat. Tahap pertama kita akan terbitkan Rp 1,5-2 triliun paling lambat awal Desember," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/9).

Dalam penerbitan ini, perseroan telah menunjuk empat penjamin emisi efek seperti PT Standard Chartered Securities, PT CIMB  Securities, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premiere Securities.

Penerbitan obligasi ini, kata Made, termasuk kebutuhan pendanaan perseroan yang masih ingin diraih sebesar Rp 4 triliun menjelang akhir tahun 2011. Sambungnya, perseroan juga akan mencari pendanaan dari penerbitan medium term notes (MTN) dan pinjaman perbankan.

Menurut dia, perseroan membutuhkan pendanaan sebesar Rp 9,1 triliun pada 2011, namun hingga kini perseroan baru mendapatkan dana sebesar Rp 5 triliun. "Kebutuhan pendanaan akan berasal dari pinjaman perbankan dari empat bank dan MTN, dan pencarian pendanaan ini seiring penerbitan obligasi," jelasnya.

Di sisi lain, meskipun penerbitan obligasi masih dilakukan tetapi rasio utang dengan ekuitas di bawah 3 kali. Adapun, per Agustus rasio utang Adira 1,85 kali.

Sementara itu, perseroan telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 21,2 triliun atau setara 1,3 juta unit kendaraan pada Agustus 2011. Perseroan menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp 30,7 triliun atau setara 2 juta unit kendaraan pada 2011. Saat ini, perseroan menyalurkan pembiayaan baru sekitar 64% untuk kendaraan motor dan 36% untuk mobil yang baru. "Saat ini memang pembiayaan terbesar untuk motor, tetapi kita akan melakukan pembiayaan berimbang untuk mobil dan motor ke depan," ungkap Made. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.