2014 Angka Pengangguran Ditargetkan Turun Jadi 5,1 Persen
Kamis, 10 Mei 2012 | 10:52
Muhaimin Iskandar [google] [JAKARTA] Pemerintah memprioritaskan penciptaan lapangan
pekerjaan baik formal maupun informal serta program padat karya yang diharapkan
dapat menekan angka pengangangguran di Indonesia. Salah satu kebijakan
lainnya yang diambil adalah menyelenggarakan Program Aksi Gerakan
Penanggulangan Pengangguran (GPP) di berbagai daerah dalam upaya
menurunkan angka pengangguran menjadi 5,1 persen pada tahun 2014.
Demikian dikatakan Menteri Tenaga dan Transmigrasi, Muhaimin
Iskadar, di Jakarta, Rabu (9/5). “Meskipun kondisi ketenagakerjaan di Indonesia
semakin membaik dari tahun ke tahun, namun upaya untuk membuka lapangan kerja
baru dan mengurangi angka pengangguran terus dilakukan secara intensif “ kata
Muhaimin.
Senin lalu (7/5) , Badan Pusat Statistik (BPS)
menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2012
mencapai 6,32% atau 7,61 juta orang. Meskipun masih relatif tinggi, angka
pengangguran terus menurun jumlahnya. Pada Februari 2011 jumlahnya mencapai
8,12 juta orang , Agustus 2011 adalah 7,7 juta orang dan sedangkan
Februari 2012 adalah 7,61 juta.
Muhaimin mengatakan, pemerintah optimis dapat menurunkan angka
pengangguran. Namun diperlukan suatu komitmen yang diimplementasikan dalam
bentuk usaha yang serius dari seluruh kalangan yakni instansi pemerintah, dunia
usaha dan seluruh komponen masyarakat untuk
mengatasi pengangguran yang dilakukan secara terencana,
terkoordinasi, terpadu dan berkesinambungan.
"Salah satunya adalah dengan meningkatkan SDM dengan
membangun kompetensi tenaga kerja yang memiliki daya saing guna perluasan
kesempatan kerja. Yang lebih utama lagi bagimana kita dapat mengembangkan jiwa
kewirausahaan pada pencari kerja pendidik," katanya.
Muhaimin mengatakan terbatasnya kesempatan kerja baru serta tidak
sesuainya kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan pasar kerja menjadi
salah satu penyebab masalah tingginya tingkat pengangguran di negeri ini. “Di
sektor formal, penciptaan lapangan kerja baru membutuhkan kehadiran investor
untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya produktivitas kerja. Oleh
karena itu, hubungan industrial yang kondusif dan harmonis menjadi syarat agar
investor tertarik dan membuka investasi baru,”kata Muhaimin.
Upaya lainnya yang dilakukan adalah melaksanakan program padat
karya dan memperbanyak pelaksanaan bursa kerja (job fair) oleh
pemerintah dan swasta. “Program padat karya dan Bursa kerja
memiliki nilai penting dan strategis untuk mempercepat penempatan tenaga kerja secara
praktis, efisien dan efektif serta membantu pencari kerja untuk menemukan
pekerjaan yang diinginkan secara langsung, “kata Muhaimin.
Strategi lainnya adalah meningkatkan peran Balai Latihan Kerja
(BLK) untuk melatih para lulusan pendidikan dan para pencari kerja agar siap
bekerja. Keberadaan BLK-BLK terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan
dan kompetensi para pencari kerja.
Bahkan sebagian besar lulusan BLK langsung diserap pasar kerja.
Ini karena program pelatihan memang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri.
Strategi lainnya yang akan dilakukan
Kemenakertrans adalah dengan memberikan kesempatan bagi kalangan lulusan SMA,
SMK dan sarjana untuk magang di dunia usaha dan industri. "Ke
depan jangan ada lagi lulusan pendidikan dan sarjana yang menganggur, caranya
adalah dengan memberi kesempatan magang di dunia usaha di dalam negeri maupun
luar negeri ," kata Muhaimin.
Berdasarkan data Kemenakertrans, Pemagangan dalam negeri telah
dilaksanakan melalui dekonsentrasi yang tersebar di 31 provinsi. Pada tahun
2011 tenaga kerja telah dimagangkan sebanyak 10.000 orang. Sedangkan pemagangan luar
negeri yang dilaksanakan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bekerja
sama dengan International Management Development Organization Japan (IMM Japan)
maupun lembaga pelatihan swasta ke Jepang telah mengirim sebanyak 2160 orang.
Sementara itu, pada tahun 2012 Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi akan melaksanakan pemagangan kepada 12.000 orang, kegiatan
tersebut akan didukung oleh 32 lembaga Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan
(FKJP) yang tersebar di 27 provinsi dan 5 Kab/ Kota.
Untuk pemagangan ke luar negeri, ditargetkan dapat menempatkan
sebanyak 2.500 orang peserta magang ke Jepang yang akan ditempatkan
di 50 perusahaan yang menyediakan 60 jenis kejuruan.Selama ini program
pemagangan diprioritaskan untuk kejuruan di bidang industri, otomotif, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan.
[E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
