SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 1 Agustus 2014
Pencarian Arsip

2011 Wisman ke Indonesia Melebihi Target 7,6 Juta Orang
Jumat, 30 Desember 2011 | 6:55

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu (dua dari kiri) saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2011. [SP/Hendro Situmorang] Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu (dua dari kiri) saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2011. [SP/Hendro Situmorang]

[JAKARTA] Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada tahun 2011 yang ditetapkan dalam rencana strategis (renstra) ternyata melebihi target.  Dari angka 7,1 juta orang menjadi 7,6 juta orang dan naik 8,5 % dibandingkan tahun 2010.

Hal itu dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (29/12). Dengan demikian, target optimistis yang diharapkan di angka 7,7 juta orang dapat tercapai dan ada kenaikan.

”Dua bulan terakhir ini merupakan peak season dan terjadi panen bagi industri pariwisata. Ini juga berlaku pada kunjungan wisatawan nusantara. Peningkatan ini, menunjukkan angka pertumbuhan Indonesia yang mencapai dua kali lipat rata-rata pertumbuhan dunia 4,5 persen,” ungkap Mari.

Untuk perolehan devisa, sektor pariwisata menyumbang 8,5 miliar dollar AS sepanjang tahun 2011 atau tumbuh 11,8 % dibanding tahun lalu sejumlah 7,6 miliar dollar AS. Angka ini menempatkan sektor pariwisata di peringkat kelima penyumbang devisa negara.

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2012 mendatang menargetkan kunjungan wisman ke Tanah Air mencapai 8 juta orang dan menghasilkan devisa sekitar 8,96 miliar dollar.  Meski saat ini tengah terjadi krisis ekonomi dunia, menurutnya, sektor pariwisata tahan terhadap krisis.

"Pengalaman juga menunjukkan pariwisata tahan terhadap krisis. Kalau lihat krisis ekonomi di tahun 2009, tetap terjadi pertumbuhan wisatawan. Wisatawan asing meningkat 0,36 persen dan wisatawan nusantara 1,2 persen. Diperkiraka krisis 2012 tidak separah di 2009 perkiraannya," jelasnya.

Selain itupasar berkembang seperti China, Rusia, dan Australia merupakan negara-negara yang disasar untuk tahun depan. Negara-negara tersebut tidak mengalami penurunan besar seperti negara-negara Eropa lain.

Sementara peningkatan pengeluaran wisata juga terjadi pada wisatawan nusantara (wisnus). Tahun 2010 pengeluaran rata-ratanya adalah Rp 641.76  ribu, dan meningkat menjadi Rp 662.68 ribu per orang  per perjalanan.

Sehingga pada triwulan ketiga (angka estimasi) tahun ini pengeluaran wisnus mencapai Rp 114,64 triliun dari 172,994 juta perjalanan, dibandingkan tahun 2010 sebesar  Rp 150,41 triliun. Pertumbuhan sektor pariwisata selama triwulan I-III 2011 sebesar 6,67% juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 6,52%. [H-15]     




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.