Hari ini
seorang anak yang dulu nakal
ingin memberi kado untukmu
sebuah sajak
Persis di hari ulangtahunmu
yang ke 79
Ia telah jalan-jalan ke seluruh pelosok negeri:
bertemu 100 perempuan
menulis 1000 sajak
dan beribu kali pula ia patah hati
Hari ini ia menulis sajak
karena sedih
masih menyusahkanmu
dengan 1000 masalah dunia
dan belum bisa membuatmu
tertawa di sorga
Apa daya
ia tak bisa berbuat apa-apa
bukankah kebahagiaan
harus diperjuangkan sendiri-sendiri
Ia pun mencoba
meski lintang pukang
bekerja
mencari
menemukan
dan bertanya
di tengah alam semesta ini
Pada hari ini
ia seperti
menemukannya
di matamu
yang bagai danau
karena mengarungi hidup
selama 79 musim
tapi sampai kapan?
Anak yang dulu nakal itu sendiri
sudah berumur 50
tapi terus merenangi kehidupan
masuk ke setiap hati
menyelinap ke dalam lubang pori
mengikuti jalan sunyi
sementara uban tumbuh satu demi satu
25 Juni 2008
winter sudah berjalan dua minggu
suratmu belum juga tiba
tergerus hatiku menunggu berita darimu
padahal para camar sudah mencoba bertahan
di tengah suasana ketus ini
dengan bertengger terus-terusan di atas kanal
seperti hatiku
yang dijilati api pemanggangan
di rumah wilson
jika kutulis juga sebaris sajak
apakah hatiku akan sampai padamu hari ini?
jangan-jangan salju yang jatuh karena tempias
angin beliung itu akan menghempaskannya
ke ranting2 pohonan yang pucat
lalu mendepaknya ke tanah liat
di rumah wilson,
kutulis sajak ini
dan kesepian merenggutku seperti maut
Desember, 1996/ 2009
maukah kau mengatakan cinta ?
bedebah.
aku terpana
tak kuduga
pertanyaan itu diulanginya lagi
di sebuah musim yang dingin
ketika banyak pohon berbuah pun tak kepingin
di depan gereja notre damme
di depan patung bunda maria,
di tengah ingarbingar penjual souvenir
langit paris menatapku seperti penyihir
serentak kakiku kehilangan pijakan
bumi seperti bergoyangan
teringat anak istri di indonesia
mereka pasti sedang mengerang
memimpikan ayah dan suaminya
padahal pada saat begini,
aku tengah kesepian karena menahan kesetiaan
dengan hati sakit
di sebuah ranjang hotel sendirian
melihat cinta
dengan hati terpana
berceceran di jalanan paris
1996/ 009