SUARA PEMBARUAN DAILY

Listrik Tak Masuk Desa, Warga Tebo Boikot Pilpres

[JAMBI] Warga Desa Betung Berdarah Barat, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, tidak ada yang melakukan pencontrengan pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 dan TPS 2 desa itu. Warga memboikot pilpres karena pemerintah setempat tidak memenuhi tuntutan warga desa selama ini untuk membangun jaringan listrik ke desa itu.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Jambi, Aldrin kepada SP di Jambi, Kamis (9/7) pagi membenarkan boikot pilpres di Desa Betung Berdarah Tebo tersebut.

Berdasarkan informasi Panwaslu Tebo yang diterima Panwaslu Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Tebo Ridham Priskap, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tebo, Subirman dan Wakil Kepala Kepolisian Resor Tebo, Komisaris Polisi Wandi Aziz sudah turun ke desa itu meminta warga desa melakukan pencontrengan.

Namun, hingga batas waktu pemungutan suara habis pukul 13.00 WIB tak satu pun warga yang datang ke TPS. Jumlah pemilih di TPS 1 Desa Betung Berdarah Barat tersebut sebanyak 430 suara dan pemilih di TPS 2 sebanyak 424 suara.

Disebutkan, warga desa itu telah mengancam boikot pilpres ketika mereka melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Tebo menuntut pemasangan jaringan listrik dan pengaspalan jalan desa, 18 Mei 2009. Namun, tuntutan tersebut tidak dipenuhi hingga kini. Akibatnya, warga desa tidak bersedia mengikuti pemungutan suara pilpres. Sebagian besar warga desa pergi ke kebun dan ladang sepanjang hari Rabu (8/7).

Anggota KPU Tebo Subirman mengatakan, kendati warga Desa Betung Berdarah Barat boikot pilpres, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di dua TPS tersebut tetap melakukan tugas sesuai prosedur.

Mereka membuka kotak suara, menghitung surat suara dan menyerahkan undangan memilih kepada warga desa. Setelah waktu pencontrengan usai, petugas KPPS membuat berita acara pemilihan sebagaimana terjadi di lapangan. [141]


Last modified: 9/7/09