[MEDAN] Julianto, perampok sadis yang sudah berulang kali menembak hingga menewaskan polisi, ternyata mempunyai rencana merampok Bank Mandiri di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), dalam waktu dekat ini. Oleh karena itu, semua pihak harus mewaspadai mengantisipasi kejadian ini.
"Namun, niat jahat itu kemungkinan gagal dilaksanakan seiring kejadian penembakan hingga menewaskan Brigadir Barita Simanjuntak (28), anggota Reserse Kriminal Poltabes Medan. Setiap beraksi dia selalu ingin menghabisi korbannya," ujar seorang polisi sumber SP di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Langkat, Kamis (9/7) pagi.
Peta
Menurut anggota itu, rencana perampokan bank tersebut diketahui berdasarkan peta dalam gambar yang ditemukan polisi di tempat persembunyian Julianto di Gang Meriam Desa Sei Bilah, Kecamatan Babalan, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat. Selain itu, polisi juga menemukan kaus militer, topi warna krem, dan plastik berisi air raksa.
"Mereka masih membawa senjata api, sangat berbahaya bagi masyarakat. Target mereka memang melakukan perampokan bank. Kami mendapat informasi, Julianto merupakan otak perampokan Bank Mustika dan Mandiri, tahun 2008 lalu. Kami juga tidak mengetahui asal senjata miliknya, yang digunakan menembak Barita sehingga tewas," sebutnya.
Seperti yang diketahui, Brigadir Barita Simanjuntak tewas ditembak perampok saat melakukan penyergapan di Gang Meriam, Desa Sei Bilah, Kecamatan Babalan, Pangkalan Brandan, Rabu (7/7). Barita tewas dengan luka tembak menembus kepala. Korban ditembak dari jarak yang sangat dekat.
"Anggota sudah dikerahkan untuk melacak perampok yang menembak anggota polisi tersebut. Korban ditembak dari jarak yang sangat dekat, sehingga menembus kepala. Proyektil peluru dari senjata yang digunakan sedang dicari untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku. Korban ditembak ketika melakukan penyergapan," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Badrodin Haiti menjawab SP, di Medan, Rabu siang.
Barita tewas ketika sedang melaksanakan tugas. Soalnya, sehari sebelum kejadian tim dari unit penanganan kejahatan keras Poltabes Medan, ini mendapatkan laporan informasi tentang keberadaan Julianto bersembunyi di Pangkalan Brandan. Atas informasi tersebut, Barita bersama timnya diberangkatkan menyergap.
Setibanya di lokasi, anggota reserse itu melakukan pengepungan. Tidak lama setelah itu, Julianto keluar dari tempat persembunyian mengendarai sepeda motor. Tersangka bersama dengan seorang rekannya itu langsung dikejar. Namun, Barita yang melakukan pengejaran terjatuh dari atas kendaraan. Perampok itu kemudian balik lagi mendekati Barita. Kemudian, perampok itu menembak kepala Barita, kemudian kabur.
Rekan-rekannya berusaha memberikan pertolongan, namun Barita tewas di tempat. [AHS/M-11]