SUARA PEMBARUAN DAILY

SBY Menang Mutlak di DIY

[YOGYAKARTA] Perhitungan cepat hasil Pemilu Presiden (Pilpres) yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak berbeda jauh dari perhitungan cepat yang dilakukan lembaga lain. Data yang terkumpul dari 2.138 tempat pemungutan suara (TPS) dengan jumlah suara sebanyak 123.293, perolehan pasangan SBY meraih 63,6 persen suara.

Dihubungi Kamis (9/7), Ketua Panwaslu DIY Agus Triyatno mengatakan, total pemilih di DIY dalam daftar pemilih tetap sebanyak 2.780.897 dengan jumlah TPS di DIY sebanyak 8.049. Dengan demikian, kesahihan penghitungan cepat yang dilakukan Panwaslu DIY adalah satu berbanding empat.

Berdasarkan hitung cepat itu, pasangan SBY-Boediono meraih keunggulan telak di wilayah DIY, dengan perolehan 78.449 suara (63,6 persen), disusul Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dengan jumlah suara 32.926 atau 26,7 persen dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto memperoleh 11.918 suara atau 9,6 persen.

Agus mengatakan, hitung cepat itu dilakukan 690 anggota Panwas dari tingkat provinsi sampai tingkat desa, yaitu petugas pengawas lapangan dengan cara pelaporan melalui pesan singkat (SMS).

Boediono dan istrinya Herawati yang melaksanakan hak politiknya di TPS 96 Sawit Sari Condongcatur Sleman, berhasil meraup 139 suara dari jumlah total suara 178 dari jumlah DPT 256. Di TPS itu, 78 kertas suara tidak digunakan oleh pemiliknya.

Pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto memperoleh 41 suara dan pasangan Jusuf Kalla-Wiranto hanya mendapatkan empat suara. Sedangkan, di TPS keluarga Kerajaan Yogyakarta, pasangan SBY-Boediono juga unggul. Di TPS 009 Dalem Joyokusumo, Panembahan, Keraton, Yogyakarta itu, terdata 513 pemilih dengan jumlah suara yang masuk 379. Sebanyak 366 surat suara dianggap sah, sedangkan sebanyak 13 surat suara dianggap tidak sah.

Pasangan SBY-Boediono unggul dengan perolehan 181 suara, disusul Megawati-Prabowo dengan perolehan 147 suara dan yang terakhir adalah pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dengan 38 suara.

Pelanggaran

Sementara itu, Panwaslu DIY juga masih menemukan sejumlah pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilpres. Seperti dikatakan Agus, dugaan pelanggaran di TPS 14 Tegalrejo, Wonosari, Gunung Kidul, yakni formulir C1 yang sudah ditandatangani petugas KPPS sebelum penghitungan suara dimulai. Dua surat suara tercontreng di TPS 1 Plembutan, Playen Gunung Kidul di kotak nomor urut 2.

Sedangkan, tingkat partisipasi pemilih, rata-rata hanya mencapai 65 persen. Seperti di TPS 68 di Sambilegi Lor, Maguwoharjo, hanya 302 pemilih yang datang memberikan suara dari jumlah DPT 419 orang. Di TPS 04 Bintaran, Wirogunan Yogyakarta, jumlah warga yang menggunakah hak pilih hanya 354 orang, dari total DPT 547.

Pasangan SBY - Boediono berhasil mendulang suara terbesar di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hasil rekapitulasi penghitungan cepat (quick count) versi Adiyaksa Supporting House di Makassar mencatat, dari 548 TPS pengambilan sampel di 23 kabupaten dan kota di Sulsel, pasangan Mega-Prabowo meraih 7.995 suara (4,94 persen), SBY-Boediono 50.172 (31,03 persen) dan Jusuf Kalla-Wiranto 103.539 suara (64,03 persen).

Di provinsi berpenduduk 8.098.762 jiwa dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 5.846.878, ini telah diklaim sebagai lumbung suara JK-Wiranto, namun perolehan suara SBY-Boediono di sini cukup besar. SBY mampu mengalahkan JK di Tana Toraja dengan perolehan 4.140 suara (46,28 persen). Di luar dugaan, posisi JK di daerah wisata tersebut juga masih dikalahkan oleh Mega-Prabowo yang meraih 3.861 suara (43,54 persen), sedangkan JK hanya meraih 903 suara (10,18 persen).

Selain di Toraja, perolehan suara SBY nyaris menyaingi JK di Makassar, basis utama pendukung JK yang dipimpin Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sulsel. SBY meraih 39,66 persen sedangkan JK 56,87 persen. [WMO/152/148/080/070/ 149/142/120]


Last modified: 9/7/09