[JAKARTA] Jumlah anak dan perempuan yang mengalami kekerasan meningkat. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, tahun 2006 (1.015 orang), tahun 2007 (1.583 orang), dan tahun 2008 (1.448 orang).
Ketua P2TP2A DKI Jakarta Wien Ritola Tasmaya mengutarakan hal itu pada Evaluasi Kerja Sama P2TP2A dengan Instansi dan Mitra Kerja Terkait dalam Penanggulangan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Provinsi DKI Jakarta, Kamis (9/7) di Jakarta.
Menurut dia, berdasarkan data yang dihimpun Komnas Perempuan tahun 2007, korban kekerasan perempuan di DKI Jakarta berada di urutan tertinggi, yakni 6.486 orang. Meski tren kekerasan meningkat, sampai saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki peraturan daerah (perda).
Di tingkat pusat, perundangan upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak telah dikeluarkan. Namun, di DKI Jakarta belum ditindaklanjuti dengan perda. Padahal, perda merupakan payung hukum untuk pencegahan, penanganan, pemberdayaan yang dibutuhkan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
"P2TP2A telah menyerahkan naskah akademis ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Biro Kesos dan Biro Hukum sejak awal tahun 2000 agar dapat menjadi bahan dalam pengusulan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak. Dibanding daerah lain, DKI Jakarta tertinggal," kata Wien.
Lebih lanjut dikatakan, korban kekerasan perempuan dan anak mendapat pelayanan kesehatan di 17 rumah sakit dan puskesmas tingkat kecamatan. Seluruh biaya pengobatan korban ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta Drs Effendi Anas mengatakan, sejak P2TP2A tahun 2006 hingga akhir tahun 2008 telah membantu korban kekerasan sekitar 4.046 orang.
"Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah fenomena gunung es, kasus yang terjadi lebih besar dari yang dilaporkan," katanya.
Secara terpisah, Ketua Panitia Hari Anak Nasional (HAN) 2009 dr Surjadi Soeparman MPH mengatakan, tema sentral peringatan HAN yakni Saya Anak Indonesia Kreatif, Inovatif, dan Unggul untuk Menghadapi Tantangan Di Masa Depan. [N-4]