
sp/charles ulag
Mari Elka Pangestu
[JAKARTA] Menjelang bulan puasa pada Agustus hingga September 2009 mendatang, pemerintah akan menjamin ketersediaan stok dan harga bahan pokok.
Demikian diutarakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Rabu (8/7). Dia menuturkan, pihaknya akan terus memantau ketersediaan stok bahan pangan menjelang bulan puasa.
"Jelang bulan puasa dan Lebaran, kami akan terus memantau untuk menjamin stok aman. Tidak ada masalah harga untuk bahan pokok karena yang terjadi lebih pada masalah produksi," ujar Mari.
Dikemukakan Mari, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, produsen, dan pedagang untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok dan kestabilan harga.
Menurutnya, kenaikan harga secara musiman pada saat bulan puasa dan Lebaran memang kerap terjadi. Tapi, hal yang paling penting adalah stok ketersediaan bahan pokoknya cukup. Di samping itu, tidak ada kenaikan harga hingga level 100%.
Diungkapkan Mari, tren kenaikan harga yang terjadi dari tahun ke tahun pa-da saat bulan puasa dan Lebaran adalah sekitar 5-10%. "Kenaikan harga itu hanya terjadi pada barang tertentu saja," katanya.
Dia menambahkan, biasanya yang mengalami peningkatan harga adalah pada
jenis daging, seperti ayam dan sapi. Namun, kenaikan harga yang terjadi saat bulan puasa dan Lebaran itu hanya berlangsung sesaat. Pada saat usai hari raya maka harga akan kembali turun.
Dari beberapa kunjungan mendadak yang dilakukan Mari, terlihat bahwa harga beberapa komoditas mulai mengalami penurunan, seperti pada harga gula dan minyak goreng curah. Sebagai contoh, pada pekan lalu, harga minyak goreng cu- rah di kisaran Rp 10.000/kg dan sudah turun menjadi Rp 9.000-an/kg.
Sedangkan untuk harga gula, sambung Mari, menurun sekitar Rp 500 per kilogram. Sebelumnya, harga gula sekitar Rp 8.500/kg dan menjadi Rp 8.000/kg. Di daerah tertentu bahkan mengalami penurunan yang lebih tajam, seperti di Surabaya, harganya sekitar Rp 7.500/kg.
"Penurunan yang terjadi pada harga gula sudah sesuai dengan perkiraan pemerintah. Oleh karena pada bulan Juli adalah puncak dari musim giling. Sedangkan untuk komoditas sayuran, cabai, dan bawang merah, harganya cenderung naik karena sedang musim kemarau," papar Mari.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, Ade Soeharsono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi menjelang bulan puasa dan Lebaran. Sehingga bisa dipastikan, pasokan bahan pokok cukup untuk wilayah Jakarta.
"Kenaikan harga bisa ditekan jika masyarakat menaman pembelian dan tidak melakukan penimbunan bahan pokok. Sebenarnya, pasokan ada banyak. Tapi, karena masyara- kat cenderung membuat stok maka harga perlahan naik," kata Ade.
Dia memaparkan, stok kebutuhan pokok, seperti beras mencapai 120.000 ton, daging sapi 30.000 ton, telur 50.000 ton, sayuran 175.000-200.000 ton, dan minyak goreng 100.000 ton. [D-12]