SUARA PEMBARUAN DAILY

Penelitian Belum Jadi Prioritas

Para peneliti muda harus dimotivasi dan diberi penghargaan agar terus melakukan penelitian, mengingat hal ini belum menjadi prioritas pemerintah. Dalam pendanaan penelitian, Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara lain. Dana penelitian di dunia untuk tahun 2008 sebesar US$ 52 triliun. Indonesia hanya menganggarkan US$ 300 juta, jauh di bawah India sebesar US$ 40 miliar. Sedangkan yang paling besar, adalah Amerika Serikat sebanyak US$ 365 miliar, disusul Tiongkok $US 217 miliar, Jepang US$ 150 miliar, Jerman US$ 65, dan Prancis US$ 46 miliar.

Hal itu dikemukakan Ketua Ristek Kalbe Science Award, Boenjamin Setiawan, pada acara Penghargaan Ristek Kalbe Science Award 2008, di Jakarta, Jumat (31/10). Penghargaan ini merupakan kerja sama Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) dan PT Kalbe Farma. Sebanyak 15 ilmuwan terbaik dari seluruh Indonesia mendapat penghargaan. Mereka adalah finalis dari 100 ilmuwan yang berpartisipasi dalam ajang penghargaan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh kedua instansi ini. Untuk kategori Riset Terbaik (Best Research) diraih Sunu Budhi Rahardjo dari Divisi Litbang Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, yang meneliti tentang pengobatan hipertensi komunal.

Dr Heni Rachmawati dari Sekolah Farmasi ITB meraih juara kategori Ilmuwan Muda Ilmu Pengetahuan (Young Scientist) dengan penelitian tentang modifikasi protein terapitik. Kedua pemenang mendapat piala berlapis emas karya Rita Widagdo, ahli patung dari ITB, dan uang Rp 50 juta.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Iptek Nasional Kementerian Ristek, Prof Amin Soebandrio, mengatakan, sudah cukup besar dana penelitian yang dikeluarkan pemerintah. Namun, dia mengakui, hasilnya hanya dalam bentuk sertifikat seminar, tesis dan laporan-laporan yang tidak bermanfaat. Hal ini, katanya, disebabkan kurang berminatnya pihak swasta atau pebisnis, pada hasil penelitian karena dianggap tidak menghasilkan nilai produk. Sebaliknya, para ilmuwan tidak termotivasi karena kurangnya anggaran dan penghargaan dari pebisnis maupun pemerintah. [DMF/S-26]

ANTARA/Ari Bowo Sucipto

SEKOLAH RUSAK - Pelajar sekolah dasar berbincang di depan bekas ruang kelas mereka yang rusak di SDN Segaran 1, Gedangan, Malang, Jatim, Jumat (31/10). Meski pernah mendapat bantuan, namun pihak sekolah hanya mampu membangun tiga ruang kelas, sementara 3 kelas lainnya masih dalam kondisi memprihatinkan.


Last modified: 1/11/08