SUARA PEMBARUAN DAILY

Sajak RT Mangangue

Mentari dan Melati

mentari menjadi terik kala mendaki siang

darahku jadi mendidih sehingga memerah wajah

keringat membutir

menguap

lalu lenyap

kusirami tiap hari

bunga-bunga kasih yang tumbuh di halaman rumahku

aroma semerbak menebar ke segala penjuru

layang-layang yang terbang tinggi

senantiasa mengarah ke barat

sedang awan hitam yang kian tebal dan pekat

mengguyurkan hujan ke bawah

catatlah di hati

cinta putih melati

karena tiada duri menanti

Karangria, Manado, Agustus 2008

*

Pada Bintang Pada Rembulan

di malam hari aku berdiri di antara bayangan bintang dan rembulan

dari bintang kulihat bopeng di wajah rembulan

tapi tetap rupawan

dari rembulan kulihat tersipu-sipu wajah bintang

tapi tetap menawan

di siang hari kuambil saputangan

untuk menyeka keringat dan air mata

karena selalu memikirkan kalian

risau dan sendu kelabu menyatu di buku harianku

aku tak tahu, bila tak kupakai lagi saputangan

di petang hari langit di ufuk barat di ujung laut mengemas

tiada angin tiada hujan

gelombang laut pun beristirahat

semua menikmati cahaya emas

lagi, di malam hari aku berdiri di antara

bayangan bintang dan rembulan

entah pada bintang

entah pada rembulan

'kan kulabuhkan hati ini

waktu jualah yang 'kan menentukan

Karangria, Manado, Agustus 2008

*

Mendermakan Canda

di setiap sudut kamar rumahku dapat kautemui canda

supaya kau dapat tergelak

tiada mendung menggantung di atas rumahku

supaya senantiasa kau ceria

aku suka mendermakan canda

aku suka membiakkannya ke segala

penjuru kota dan desa

supaya ke mana pun aku pergi

tiada duka meleleh dari mata ini

supaya orang-orang merasakan apa yang kurasa

karena tiada duka adalah pengharapan kita

menggelorakan hidup dan cinta

Karangria, Manado, Agustus 2008

*

Berharga

rembulan berdiam di hiruk pikuk kota

tanganku menuntun tanganmu

tanganku menyimpan lembutnya tanganmu

dan halusnya kulitmu

bagai tanganku menjaga berharganya

segenggam emas dan sepotong hati yang tulus

maka ia berharga

sangat berharga

semua berharga

juga kasih

yang mengalir dalam dirimu

Karangria, Manado, Agustus 2008

*

Kata-Kata

kurangkai kata-kata dalam sajak

bagi gelora cinta dan murungnya patah hati

semembara melodi cinta

dan semurung patah hati

kaulah kata-kataku

kata-kata rindu tema kata-kataku

ini bukan kata-katamu

ini kau kutip dari sebuah sajakku

kuingat kata-katamu

kata-kata tubuh tanpa rasa

kata-kata udara tiada warna

Karangria, Manado, Agustus 2008


Last modified: 17/10/08