Ya Allah
Lindungi sisa perjalanan ini
Menyelesaikan usia yang nyaris rampung
Dengan kesungguhan rasa keringat, airmata
Ataupun karena yang lain
Semoga bukan karena apapun
melangkahkan kaki
Hanya semata karenaMu
Apa yang ingin dicapai?
Selain ridhoMu
Dan aku sangat takut terpelanting
Di jalan-jalan sesat
Membuat matahati gelap
Aku menyeru padaMu
Hingga suara tertelan gegap gempita
Orang-orang berebut fatamorgana
Studio emprak,0608
*
Lukisan Kekerasan
Warna pelangi bersilang selisih
Menjadi pedang, teriakan-teriakan
Yang berkibaran dihantam udara
Uap neraka, aroma darah
Pertikaian sebelum anak-anak dilahirkan
Berebut kebenaran fatamorgana
Setelah gagal mencapai langit
Studio emprak, 10608
*
Kaukenakan Cadar Kabut
Apa mesti kukatakan padamu
Kata-kata hanya penanda
bagi paragraf kehidupan
Yang leleh menjadi tanda noktah
Tak juga menyerah ketika dituliskan
Pada kertas hatimu tak putih lagi
Sejak kaukenakan cadar kabut dendam
Sepanjang waktu
Haruskah mengulang
Hal-hal yang buruk sementara semesta
nyaris berakhir sejak
Pertemuan hanyalah siklus yang memisahkan
Mempertegas bahwa kita
sekadar babak tak selesai
Lakon apalagi hendak dimainkan
Meski sisa perjalanan mesti diselesaikan
Menuju keadilan
(kau menjadi segerombolan manusia berdesak
mudah meledak , menjebol nurani sendiri)
Studio emprak, 19406
*
Rembulan Leleh
Hanya padaMu segala mengadu
Sudah berulang keinginan gagal
Dan aku harus berani melangkah
Menentukan arah agar tak tersesat
Di belukar kehidupan yang penuh jebakan
Ingin menemukan kedamaian
Menyelesaikan beberapa jengkal perjalanan
Hendak diselesaikan dengan jalani
Kepastian tenang janjiMu
Kutahu bahwa sewaktu-waktu
ajal mengetuk pintu
Sekaranglah kita memulai
Jangan sampai kedua kali
Jatuh berantakan
Menuai ketidakpastian
Aku ingin menangis
Rembulan leleh di pangkuanMu
Studio emprak, 19406
*
Lukisan Air
Atap rumah itu tidak lagi tampak
Sejak orangorang Lumpur
Gagal menggambar wajah mereka dalam air
Dan menjadi tumbal keserakahan sesama
Studio emprak, 1108