SUARA PEMBARUAN DAILY

Sajak Alie Emje

Doa Perjalanan

Ya Allah

Lindungi sisa perjalanan ini

Menyelesaikan usia yang nyaris rampung

Dengan kesungguhan rasa keringat, airmata

Ataupun karena yang lain

Semoga bukan karena apapun

melangkahkan kaki

Hanya semata karenaMu

Apa yang ingin dicapai?

Selain ridhoMu

Dan aku sangat takut terpelanting

Di jalan-jalan sesat

Membuat matahati gelap

Aku menyeru padaMu

Hingga suara tertelan gegap gempita

Orang-orang berebut fatamorgana

Studio emprak,0608

*

Lukisan Kekerasan

Warna pelangi bersilang selisih

Menjadi pedang, teriakan-teriakan

Yang berkibaran dihantam udara

Uap neraka, aroma darah

Pertikaian sebelum anak-anak dilahirkan

Berebut kebenaran fatamorgana

Setelah gagal mencapai langit

Studio emprak, 10608

*

Kaukenakan Cadar Kabut

Apa mesti kukatakan padamu

Kata-kata hanya penanda

bagi paragraf kehidupan

Yang leleh menjadi tanda noktah

Tak juga menyerah ketika dituliskan

Pada kertas hatimu tak putih lagi

Sejak kaukenakan cadar kabut dendam

Sepanjang waktu

Haruskah mengulang

Hal-hal yang buruk sementara semesta

nyaris berakhir sejak

Pertemuan hanyalah siklus yang memisahkan

Mempertegas bahwa kita

sekadar babak tak selesai

Lakon apalagi hendak dimainkan

Meski sisa perjalanan mesti diselesaikan

Menuju keadilan

(kau menjadi segerombolan manusia berdesak

mudah meledak , menjebol nurani sendiri)

Studio emprak, 19406

*

Rembulan Leleh

Hanya padaMu segala mengadu

Sudah berulang keinginan gagal

Dan aku harus berani melangkah

Menentukan arah agar tak tersesat

Di belukar kehidupan yang penuh jebakan

Ingin menemukan kedamaian

Menyelesaikan beberapa jengkal perjalanan

Hendak diselesaikan dengan jalani

Kepastian tenang janjiMu

Kutahu bahwa sewaktu-waktu

ajal mengetuk pintu

Sekaranglah kita memulai

Jangan sampai kedua kali

Jatuh berantakan

Menuai ketidakpastian

Aku ingin menangis

Rembulan leleh di pangkuanMu

Studio emprak, 19406

*

Lukisan Air

Atap rumah itu tidak lagi tampak

Sejak orangorang Lumpur

Gagal menggambar wajah mereka dalam air

Dan menjadi tumbal keserakahan sesama

Studio emprak, 1108


Last modified: 26/9/08