SUARA PEMBARUAN DAILY

Skandal Susu Tercemar Meluas

Orangtua Mengamuk

ap

Ratusan warga mendatangi pabrik susu Sanlu di Shijiazhuang, utara Provinsi Hebei, Kamis (18/9), untuk menukar susu formula yang terkontaminasi.

[SHIJIAZHUANG] Ratusan orangtua di Tiongkok, mendatangi kantor perusahaan susu yang tengah menjadi pusat perhatian terkait skandal susu formula bayi terkontaminasi, Kamis (18/9). Mereka menuntut pengembalian uang dari susu yang ditarik dan menyatakan kekhawatiran soal memilih produk yang aman untuk anak mereka.

"Kami sangat kecewa dengan Sanlu," kata Ji Yiqing, orangtua dari bayi usia 11 bulan yang tengah dirawat di rumah sakit, akibat mengonsumsi susu yang terkontaminasi melamin. "Awalnya, kami mengira Sanlu adalah merek yang baik dan sekarang kami sama sekali tidak mempercayai mereka," tambahnya.

Empat bayi meninggal dan lebih dari 6.000 bayi di Tiongkok dilaporkan menderita sakit akibat mengonsumsi susu terkontaminasi. Sedikitnya 1.300 bayi harus dirawat di rumah sakit dan 158 bayi dalam kondisi serius. Para orangtua mempertanyakan penanganan skandal susu terkontaminasi itu oleh pihak Sanlu serta pejabat pemerintah.

Sanlu telah mendapat laporan mengenai susu yang terkontaminasi melamin, tapi tidak secepatnya menginformasikan kepada masyarakat mengenai kontaminasi itu. Tidak diketahui apakah keputusan untuk tidak segera menginformasikan skandal itu terkait dengan pelaksanaan Olimpiade Beijing.

Hasil tes yang dilakukan Sanlu, awal Agustus, membuktikan adanya melamin dalam produk susu mereka. Namun, selama pelaksanaan Olimpiade Beijing, berita buruk dianggap tabu untuk dipublikasikan. Pada uji coba lanjutan, skandal susu formula terkontaminasi melamin tidak hanya terjadi pada Sanlu.

Pengawas kontrol kualitas Tiongkok mengatakaan, kontaminasi melamin ditemukan pada sedikitnya 69 merek susu yang diproduksi 22 perusahaan susu. Otoritas telah menangkap 18 orang yang diduga kuat terlibat memasukkan melamin ke dalam produk susu segar yang dipasok ke pabrik susu.

Skandal susu Tiongkok semakin membesar secara dramatis, dengan kontaminasi zat kimia beracun yang ditemukan pada berbagai produk turunan susu. Di Hong Kong, otoritas menyebutkan melamin ditemukan dalam minuman, es krim, dan yoghurt yang dibuat Yili, salah satu perusahaan susu besar asal Tiongkok.

"Kami menyerukan kepada masyarakat untuk berhenti meminum produk dari merek itu," kata Constance Chan, Kepala Pusat Keamanan Makanan Hong Kong. Berbagai produk terkontaminasi di Hong Kong dan Tiongkok telah ditarik dari pasaran, Kamis.

Selain memuji tanggapan yang cepat dalam penanganan skandal, Perwakilan WHO di Tiongkok, Hans Troedsson juga meminta agar otoritas menjelaskan mengapa dibutuhkan beberapa bulan hingga skandal itu dibuka pada masyarakat, sementara banyak bayi sudah terkena dampaknya sejak beberapa bulan lalu.

"Jika memang dengan sengaja tidak dilaporkan, maka itu merupakan hal serius yang harus diseriusi untuk tidak lagi terulang," katanya. Skandal terkait produk susu kemasan tercatat bukan yang pertama kali.

Di Indonesia, dilaporkan adanya kontaminasi bakteri berbahaya enterobacter sakazakii. Tapi, meski diketahui dapat menyebabkan radang selaput otak, radang usus, serta peradangan jaringan di seluruh tubuh, pemerintah bersikeras untuk tetap menyembunyikan daftar produk susu yang terkontaminasi bakteri berbahaya itu, sekalipun pengadilan telah memerintahkan pemerintah mengumumkannya. [AP/AFP/B-14]


Last modified: 18/9/08