
AFP/VALERY HACHE
Pemain Zenit St-Petersburg merayakan kemenangan setelah menundukkan Manchester United dan memboyong Piala Super di Stadion Louis II, Monako, Jumat (29/8). Zenit menang dengan skor 2-1.
[MONTE CARLO] Juara Piala UEFA Zenit St Petersburg meraih Piala Super Eropa seusai menumbangkan juara Liga Champions, Manchester United (MU) 2-1 di Stadion Louis II, Monaco, Jumat (29/8)atau Sabtu (30/8) dini hari WIB.
Penyerang Pavel Pogrebnyak membawa Zenit unggul 1-0 pada menit ke-44 setelah memanfaatkan umpan gelandang Igor Denisov. Pada menit ke-59, Zenit menambah keunggulan menjadi 2-0 melalui gol gelandang Portugal, Danny Alves.
Pemain yang baru dibeli dari Dynamo Moskwa seharga 30 juta euro atau sekitar Rp 540 miliar itu mencetak gol setelah melewati dua bek MU sebelum melepas tendangan datar yang gagal dihalau penjaga gawang Edwin van Der Sar.
Baru pada menit ke-73, MU berhasil memperkecil ketinggalan melalui gol bek tengah, Nemanja Vidic yang memanfaatkan hasil kerja pemain Argentina, Carlos Tevez.
Setan Merah, julukan MU, hampir menyamakan kedudukan melalui pemain bertahan, John O'Shea pada menit ke-88. Namun, tandukan pemain berusia 27 tahun ini mampu ditepis penjaga gawang Vyacheslav Malafeev.
MU punya tiga peluang emas mencetak gol. Pada pertengahan babak pertama, tembakan Paul Scholes dari jarak dekat masih berhasil dipatahkan Malafeev. Padahal, Scholes dalam posisi satu lawan satu dengan kiper berusia 29 tahun itu.
Kesempatan emas lain adalah dua tembakan Tevez di babak pertama, yang masih gagal merobek jala Zenit setelah hanya membentur tiang gawang.
Kekalahan MU semakin menyakitkan menyusul kartu kuning kedua yang diterima Scholes, saat penambahan waktu. Pemain berusia 33 tahun itu terpaksa dikeluarkan dari lapangan menyusul sikap tidak terpuji, meninju bola masuk ke gawang lawan.
Tumbangnya MU seakan menunjukkan ketidakmampuan kesebelasan itu menjaga konsistensi permainan tanpa dukungan Cristiano Ronaldo, yang diperkirakan absen sampai Oktober mendatang menyusul cedera kaki.
Saat laga perdana Liga Utama Inggris melawan Newcastle, dua pekan silam, MU hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Newcastle. Gol MU dicetak oleh gelandang Darren Fletcher. Pada pekan kedua Liga Utama Inggris, MU hanya mampu menang 1-0 atas Portsmouth. Lagi-lagi, gol MU dicetak oleh Fletcher.
Tampilnya sosok gelandang Fletcher sebagai penentu kemenangan, memperlihatkan lini serang MU yang dibangun Wayne Rooney dan Carlos Tevez, begitu tumpul. Meski berstatus ujung tombak, selama ini Rooney-Tevez dipasang sebagai perusak barisan belakang lawan untuk memberi ruang Ronaldo masuk ke jantung pertahanan dan mencetak gol. Tidak mengherankan, bila musim lalu, Ronaldo mampu 42 kali membuat gol di berbagai kompetisi.
[AP/ATW/W-11]