SUARA PEMBARUAN DAILY

Sirkuit A1 Indonesia Dirancang Herman Tilke

Foto-foto: Dok SP

Jalanan di depan kampus Universitas Pelita Harapan akan dipergunakan sebagai bagian dari lintasan sirkuit A1 Grand Prix Indonesia, Februari 2009. Inset 1 Herman Tilke, perancang sirkuit. Inset 2 Satrio Hermanto, pembalap tim A1 Indonesia.

[JAKARTA] Indonesia akan mempunyai tambahan sirkuit balap otomotif di Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Banten. Kepastian itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT Lippo Karawaci Tbk, yang diwakili oleh Gordon Benton, dengan Keld Kristiansen dari Carbon Worldwide, sebagai promotor dan pemegang lisensi A1 Grand Prix (GP) di Indonesia di Kemang Village, Jakarta Selatan, Jumat (29/8).

Sirkuit yang akan dibangun di Lippo Village yang sebelumnya bernama Lippo Karawaci itu, akan digunakan untuk ajang balap mobil A1GP untuk musim mendatang. Menurut rencana, rangkaian A1GP tersebut akan digelar di Lippo Village pada 6 sampai 8 Februari 2009. Panjang sirkuit yang akan dibangun itu sekitar 3,6 kilometer, dan pembangunannya dikerjakan di bawah pengawasan Herman Tilke, arsitek Jerman yang telah ikut membangun puluhan sirkuit terkenal di dunia.

Tilke disebut-sebut sebagai bapak sirkuit F-1 modern. Dari data yang ada, dia tercatat sebagai desainer dari Sirkuit Sepang di Malaysia pada 1999, Bahrain (2004), Shanghai, Tiongkok (2004), Istanbul, Turki (2005), Singapura (2008), dan Valencia, Spanyol (2008). Di samping itu, masih ada sejumlah sirkuit lagi yang telah dan akan dikerjakan Tilke. Sebagai arsitek, Tilke juga mempunyai pengalaman ikut lomba touring car berkali-kali di daratan Eropa.

Uniknya, sirkuit yang dibangun di Lippo Village merupakan sirkuit jalan raya (street circuit). Sampai saat ini belum diumumkan jalan-jalan mana saja di kawasan tersebut yang akan dijadikan sirkuit, namun diperkirakan jalan-jalan utama di wilayah itu akan dibangun sebagai sirkuit balap otomotif tersebut. Seperti diungkapkan Gordon Benton, Indonesia mencetak sejarah tersendiri karena dalam rangkaian A1 GP, hanya sirkuit di Lippo Village itulah yang merupakan sirkuit jalanan.

Dijelaskannya juga, Lippo Village akan memodifikasi sebagian area di dekat Universitas Pelita Harapan untuk memudahkan proses transformasi sirkuit sesuai standar sertifikasi federasi otomotif internasional, FIA. Bekerja sama dengan Herman Tilke melalui perusahaannya, Tilke Gmbh, pihak penyelenggara juga akan mendesain dan membangun bagian-bagian penting dari sirkuit tersebut. Termasuk tempat penonton, sarana eksibisi, area peristirahatan, kompleks pit, serta area pusat perbelanjaan yang dibangun saat balap berlangsung.

"Para arsitek telah melakukan kunjungan ke lokasi, dan saat ini tengah merampingkan desain akhirnya. Dalam dua minggu lagi, kami akan mengumumkan area jalan-jalan di Lippo Village yang dijadikan sirkuit. Kami juga menginginkan sirkuit jalanan itu menjadi yang terbaik. Di samping itu, melalui perencanaan matang, kami berusaha meminimalisir gangguan yang dapat mengusik ketenangan penghuni serta bisnis komersial di wilayah sekitar Lippo Village," ujar Benton.

Sementara itu, Komisaris PT Lippo Karawaci Tbk, Agum Gumelar, menambahkan A1 GP merupakan kompetisi olahraga yang penting, karena pembalapnya bukan atas nama pribadi atau membawa merek mobil tertentu, namun atas nama negara yang diwakilinya. Agum juga menjelaskan, upaya Lippo membangun sirkuit tersebut, adalah sebagai bagian dari usaha untuk mengangkat prestasi olahraga Indonesia.

Agum yang juga berbicara atas nama mantan Ketua Umum KONI Pusat, mengatakan sebenarnya pada waktu manajemen dan pemegang lisensi A1GP di Indonesia, akan mengadakan lomba, sudah ditawarkan ke pengelola Sirkuit Sentul yang memang sudah diakui keberadaannya oleh FIA. Namun menurut pengelola Sirkuit Sentul, pihaknya telah terikat kontrak dengan penyelenggaraan lomba balap mobil GP2 Asia. Itulah sebabnya, Agum kemudian membicarakan hal tersebut dengan manajemen Lippo, dan disetujui untuk membangun sirkuit di Lippo Village.

Pada acara HUT ke-15 Sirkuit Sentul akhir pekan lalu, Presiden Komisaris sirkuit, Hutomo Mandala Putra menyatakan agenda balapan internasional pada tahun mendatang, adalah menggelar Kejuaraan Superbike dan MotoGP, dan A1GP tak termasuk. Pada musim kompetisi 2007/ 2008, A1GP juga menjadwalkan penyelenggaraan di Sirkuit Sentul, Indonesia. Namun, akhirnya dibatalkan karena pihak A1GP dan Sentul tak mencapai kata sepakat

Sementara itu, pemimpin tim A1Indonesia, Bagoes Hermanto menyatakan, untuk musim lomba 2008/2009, tim Indonesia masih mempercayakan pembalap Satrio Hermanto. Hanya saja, kemungkinan besar dia akan didampingi pembalap kedua yang baru akan diumumkan namanya, dua pekan mendatang. Nama pembalap F-3 Jepang, Zahir Ali disebut-sebut bakal mengisi kursi pembalap kedua tim, dan tampil sebagai pembalap pendatang baru (rookie) di A1GP.

Berterima Kasih

Sementara itu, pihak penyelenggara lomba balap mobil A1 GP, mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang telah bersedia memindahkan jadwal lomba di Indonesia. Sebelumnya, dijadwalkan pada 7-9 November 2008. Namun kini diubah menjadi 6-8 Februari 2009, untuk memberi kesempatan kepada Tiongkok menyelenggarakan Grand Prix A1 di Sirkuit Internasional Chengdu.

Chengdu, yang merupakan ibu kota dari Provinsi Sichuan, dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Grand Prix A1, untuk membantu provinsi di Tiongkok yang terkena dampak gempa bumi pada Mei 2008. Semua hasil penjualan tiket dari lomba balap itu akan disumbangkan kepada Sichuan Earthquake Relief Fund, suatu yayasan nirlaba yang didirikan untuk membantu pemulihan provinsi yang terlanda gempa bumi hebat itu.

Sebenarnya, lomba di Tiongkok itu tadinya direncanakan digelar pada 12-14 Desember 2008. Namun diubah menjadi awal November 2008, berdasarkan prakiraan cuaca bahwa waktu itu adalah saat cuaca paling baik di Chengdu untuk penyelenggaraan suatu lomba balap mobil. Padahal awal November 2008, telah direncanakan untuk penyelenggaraan Grand Prix A1 di Indonesia.

Pihak panitia penyelenggara di Indonesia bersedia mengundurkan jadwalnya. "Membuat perubahan dari jadwal yang telah disiapkan, jelas membutuhkan banyak pengertian dan kerja sama yang baik. Untuk itu, kami ingin berterima kasih kepada Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Dr Adhyaksa Dault dan IMI yang merupakan organisasi nasional olahraga otomotif di Indonesia, yang telah bersedia melakukan perubahan jadwal lomba," ujar Pimpinan Grand Prix A1, Tony Teixeira. [A1GP.com/B-8]


Last modified: 30/8/08