[JAKARTA] Tim Indonesia menggapai gelar juara Piala Kemerdekaan tanpa menguras keringat lebih banyak karena di tengah pertandingan lawan yang dihadapi, Libia, mengundurkan diri. Pengunduran diri itu karena pelatih Libia dipukul seseorang ketika memasuki ruang ganti.
Saat turun minum pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/8), kesebelasan Libia tengah unggul 1-0. Setelah 15 menit istirahat usai, tim Indonesia sudah berada di lapangan siap untuk kick off babak kedua. Namun, laga 45 menit kedua tak kunjung dimulai karena kesebelasan lawan tidak muncul di lapangan.
Suasana gelisah meliputi penonton dan panitia. Setelah diselidiki, ternyata Libia menyatakan mengundurkan diri. Indonesia pun dinyatakan menang dengan skor 3-1. Baru usai upacara pembagian hadiah, di hadapan wartawan, pelatih Libia, Gamal Adeen M Abu Nowara mengungkapkan alasan pengunduran diri.
Gamal memutuskan tidak melanjutkan lomba karena mengalami pemukulan. Menurutnya, peristiwa terjadi ketika kesebelasan Libia sedang berjalan menuju ruang pemain ketika pertandingan babak pertama usai. Tiba-tiba, punggung Gamal dipukul seseorang dari belakang. "Saya kira yang melakukan adalah pelatih kiper Indonesia (inisial S)," kata Gamal dalam konferensi pers sesudah pertandingan.
"Selanjutnya, seorang pemain Libia (tidak disebut namanya) datang melerai. Namun, muncul seorang tua memukul wajah saya dan pemain saya. Saya tidak tahu siapa lelaki tua yang mendadak ikut datang memukul," kata Gamal sambil menunjukkan luka di bibir dan bingkai kacamata yang lensa bagian kirinya tidak ada. Lensa kiri itu pecah dan bibirnya terluka akibat pemukulan itu.
Gamal kemudian menghubungi Ketua Federasi Sepakbola Libia, Al Saadi Khadafi menjelaskan peristiwa itu dan berkonsultasi. "Khadafi menyarankan saya untuk tidak melanjutkan pertandingan. Saran itu saya lakukan," ungkapnya.
Pelatih itu menjelaskan, ia tidak mengerti alasan kedua orang tersebut memukulnya. "Saya tidak tahu alasan mereka memukul. Saya sendiri tidak mungkin mencari gara-gara. Tim saya sedang unggul 1-0 dan berpeluang menang," ia menjelaskan.
Gamal tidak menjelaskan bagaimana insiden itu akhirnya bisa dihentikan. Menanggapi pengunduran diri Libia, pelatih timnas Indonesia, Benny Dollo menyatakan kecewa. "Saya tidak tahu apa yang terjadi. Namun, seharusnya tidak ada masalah bila Libia tetap meneruskan pertandingan babak kedua," ulas pelatih yang biasa dipanggil Bendol ini, seraya menyebut ketidaktahuannya soal kemungkinan terlibatnya S dalam aksi tersebut.
Soal kemenangan "gratis" itu, Bendol menyatakan timnya bermain tidak buruk dan tetap memiliki peluang membalik keadaan seandainya babak kedua digelar. [ATW/W-11]