SUARA PEMBARUAN DAILY

Siswa di Muko-Muko Masih Belajar Ditenda

[BENGKULU] Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Pondok Suguh, Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu hingga kini masih belajar ditenda. Pasalnya, sekolah mereka yang hancar dihantam gempa berkekuatan 7,9 skala richter (SR) pada 12 September 2007 belum diperbaiki pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.

"Saya benar-benar kasihan Pak dengan para siswa, sudah hampir setahun belajar di tenda. Mereka kepanasan pada siang hari dan kedinginan jika datang hujan pada saat jam belajar, karena kondisi tenda yang digunakan sudah mulai lapuk dimakan usia," kata Kepala SDN 7 Pondok Suguh, Joniani kepada SP, di Bengkulu, Jumat (29/8).

Proses belajar-mengajar para siswa di dalam tenda tidak dapat berjalan baik, karena ruangan sumpek dan kepanasan. Akibatnya, siswa tidak begitu serius menerima pelajaran dari guru. Hal ini jika dibiarkan berlarut-larut akan mempengaruhi kualitas para siswa di sekolah tersebut.

"Kami sudah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muko-Muko agar kerusakan SDN 7 Pondok Suguh segera diperbaiki, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Dijanjikan sekolah akan diperbaiki pada 2008, tapi sayangnya meski tahun anggaran 2008 tinggal empat bulan lagi, tidak ada tanda-tanda sekolah kami akan diperbaiki," ujarnya.

Akibatnya, para siswa SDN 7 Pondok Suguh hingga kini masih belajar di tenda darurat. Ini terpaksa dilakukan karena tidak ada tempat lain yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar para siswa sebelum sekolah yang rusak diperbaiki Pemkab Muko-Muko.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Bengkulu, Gitar Sirait tidak membantah hal tersebut. Ia mengatakan, perbaikan bangunan sekolah yang rusak karena gempa 12 September tahun lalu di Provinsi Bengkulu, termasuk di Kabupaten Muko-Muko dilakukan secara bertahap. [143]


Last modified: 29/8/08